Thursday, 18 December 2014

Paradigma Integrasi dan Interkoneksi Dalam Perspektif Filsafat Islam

Ketika penulis mendapatkan tugas sebagai Direktur Pasca Sarjana IAIN Sunan Kalijaga pada tahun 2002, konsep integrasi dan interkoneksi menjadi wacana yang aktual bagi kalangan akademisi di IAIN Sunan Kalijaga. Sebagai direktur ketika itu, maka penulis meresponnya dengan mengubah/menambah kurikulum yang ada, dengan menambah tiga mata kuliah yang dipandang sangat penting waktu itu, yaitu 1) metodologi penelitian filsafat, agama dan sosial, 2) agama, filsafat dan sains, dan 3) isu-isu global. Mata kuliah tersebut diajarkan dengan pendekatan intregratif dan interkonektif.
Ketiga mata kuliah ini menjadi bagian utama untuk melakukan integrasi dan interkoneksi yang dimulai dengan menata metodologinya terlebih dahulu, dengan menyatukan mata kuliah metodologi penelitian filsafat, agama dan sosial, yang diajarkan oleh masing-masing ahli di bidangnya, dengan harapan integrasi dan interkoneksi itu bisa dikembangkan dengan landasan metodologi yang mantap. Pada hakikatnya konsep integrasi dan interkoneksi harus dimulai dari integrasi dan interkoneksi metodologinya. Tanpa dasar metodologi yang kuat, maka integrasi dan interkoneksi hanya akan menjadi hal mengawang-awang, tidak jelas dan tidak pernah bisa membumi.
Kemudian mata kuliah agama, budaya dan sains diajarkan dengan tujuan untuk melihat sesuatu masalah dari pendekatan lintas agama, budaya dan sains, sehingga integrasi dan interkoneksi dengan sendirinya akan terbentuk dan terbawa dalam melihat setiap masalah kehidupan dan kemanusiaan. Matakuliah ini sangat penting, karena mata kuliah ini diharapkan dapat mengembangkan paradigma integrasi dan interkoneksi melalui pembentukan tradisi akademik yang berdimensi lintas agama, lintas budaya dan lintas sains, dan ini menjadi tuntutan menjawab problematika kontemporer yang tidak bisa didekati hanya dengan pendekatan tunggal keilmuan. Masalah kemiskinan, kesejahteraan dan perdamian tidak bisa dipecahkan dengan pendekatan tunggal, baik ekonomi semata-mata, demikian juga pendekatan tunggal sosial, politik, budaya mau pun agama.
Selanjutnya mata kuliah isu-isu global ditambahkan sebagai aktualisasi paradigma integrasi dan interkoneksi secara praksis untuk memahami, mendalami dan menganalisis problematika global sebagai fenomena aktual masa kini yang sudah merupakan fenomena global, yang mau tidak mau, pendekatan integrasi dan interkoneksi itu mutlak dipergunakan. Tanpa integrasi dan interkoneksi keilmuan, kita tidak mungkin dapat memahami dan memecahkan masalah-masalah global. Penulis sendiri waktu itu mengajar aspek budaya dalam sains dan agama, bersama dengan Prof Amin Abdulah aspek agama dan Prof Choiril Anwar dari Universitas Gadjah Mada aspek sains, dan penulis pada aspek kebudayaan.
FILSAFAT ISLAM SEBAGAI METODA
Menurut pandangan penulis, filsafat Islam mempunyai potensi aktual untuk mengintegrasikan dan menginterkoneksikan studi-studi keislaman secara praksis. Tanpa dasar filsafat Islam, rasanya sulit untuk dapat mengintegrasikan dan menginterkoneksikan ilmu-ilmu keislaman. Dalam tahap ini, filsafat Islam harus diletakkan sebagai metodologi berpikir, bukan diletakkan pada kajian tokoh-tokohnya dan pemikirannya saja, atau hanya fokus pada tema-tema filsafat saja serta periodisasinya.
Pada hakikatnya setiap studi keislaman, selalu mempunyai dasar filsafatnya sendiri-sendiri. Dalam sejarah perkembangan ilmu, filsafat adalah induk dari setiap ilmu pengetahuan. Karena itu setiap cabang ilmu sesungguhnya mempunyai landasan filsafatnya sendiri sendiri. Ilmu hukum dengan filsafat hukumnya, demikian juga filsafat eknonomi untuk ilmu ekonomi, fisafat politik untuk ilmu politik, juga arsitektur dengan filsafat arsitekturnya dan seterusnya.
Filsafat Islam sebagai metoda, akan mengintegrasikan dan menginterkoneksikan studi-studi keislaman dalam suatu world view yang multidimensional. Dalam buku “Filsafat Islam Sunah Nabi Dalam Berpikir” penulis menyusun cara berpikir Islam yang dikonstruk dari tradisi berpikir Nabi sendiri dalam menjawab berbagai kasus. Dalam sejarah kenabian, terlihat bahwa para nabi dalam menjawab suatu masalah,tidak selamanya bergantung pada wahyu. Demikina juga yang dialami nabi Muhammad Saw., terutama dalam tradisi berpikir beliau sebelum usia empat puluh tahun, atau sebelum beliau menerima wahyu, sedangkan setelah usia empat puluh tahun itu berada dalam konstruksi dialektik antara aqal dan wahyu. Alquran 62:2 dijelaskan yang artinya sebagai berikut : “Dia (Allah) yang mengutus di antara orang-orang ummi, seorang Rasul dari kalangan mereka, yang menjelaskan kepada mereka ayat-ayatNya, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah. Dan sesungguhnya mereka sebelumnya adalah dalam kesesatan yang nyata”.
Dalam pandangan penulis seorang Rasul itu mengajarkan Kitab yaitu turunnya wahyu yang diterima dari Tuhannya yang terjadi secara bertahap sesuai dengan tahapan kehidupan. Sedangkan hikmah, bisa diartikan sebagai penjelasan dan penjabaran yang bisa dimengerti umatnya tentang hakikat kebenaran wahyu yang diterimanya. Dalam kenabian Muhammad Saw., ada yang menyebut hikmah sebagai al hadits. Hikmah juga bisa diartikan sebagai pengetahuan yang mendalam, suatu kearifan yang terdapat di balik realitas, kejadian dan peristiwa. Dalam ungkapan sehari-hari, ketika seseorang dalam kehidupannya menghadapi suatu kejadian, peristiwa, musibah atau ujian, seringkali dikatakan untuk bisa mengambil hikmahnya.
Karena itu, hikmah bisa diartikan sebagai pengetahuan yang mendalam, suatu kearifan yang diperoleh dari balik pemahaman terhadap realitas, suatu wisdom yang lahir dari pemikiran seseorang yang mendalam dalam perjalanan hidupnya. Dengan kata lain, maka hikmah sesungguhnya dapat diartikan sebagai pengetahuan filsafat, yaitu pencapaian atas kebenaran melalui pemikiran radikal terhadap realitas. Dalam konteks kerasulan yang tugasnya mengajarkan kitab dan hikmah, maka pengajaran tentang hikmah ini bisa dipahami sebagai filsafat, karena seorang rasul dalam sejarahnya juga pengajar tentang hakikat kehidupan dan makna hidup bagi manusia, yang sebenarnya menjadi inti dari flsafat.
Alquran 2:269 dijelaskan yang artinya “ Allah anugerahkan hikmah kepada siapa yang dikehendakiNya dan barang siapa yang medapatkannya, ia benar-benar telah dianugerahi suatu kebaikan yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah (ulul albab) yang dapat mengerti”. Dalam konteks ini, maka seorang nabi adalah juga seorang yang mendapat pengetahuan hikmah, yang menjadi inti dari filsafat. Seorang nabi juga bisa disebut seorang filosuf sebagai pengajar himah atau filsafat yaitu pengajar hakikat kebenaran segala sesuatu dalam hidup dan menjalaninya.
Untuk mampu mengajarkan kitab yang dikembangkan dalamsuatu hikmah, maka seorang nabi pastinya mempunyai suatu model berpikir tertentu yang memungkinkannya menembus realitas dan menemukan hakikat kebenaran di balik realitas atau kejadian. Model berpikir tersebut dipakai untuk memahami dan mendalami kebenaran melalui integrasi “aql” dan “qalb”.
Dalam Alquran 22: 46 menjelaskan yang artinya “maka tidak pernahkah mereka berjalan di muka bumi, sehingga hati mereka dapat memahami, telinga dapat mendengar? Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang ada di dalam dada”.
Selanjutnya dalam Alquran 33 : 21 dijelaskan yang artinya “sungguh pada diri Rasulullah itu teladan yang baik bagi kamu, bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan pada hari kemudian, serta mereka banyak mengingat Allah. Keteladanan nabi yang utama bagi penulis bukanlah pada perbuatannya, seperti cara makan dan memelihara jenggot saja, tetapi keteladanan beliau pada pemikirannya, karena perbuatan adalah tindak lanjut dari pemikiran, pemikiran adalah ibu kandung perbuatan. Bahkan dalam prinsip etika, perbuatan yang tidak disertai pemikiran adalah pemikiran yang tidak disadari, maka perbuatan itu tidak termasuk ranah etika, seperti perbuatan orang yang kehilangan akal sehatnya atau perbuatan orang gila.
Paradigma integratif dan interkonektif sesungguhnya dapat dimungkinkan dengan integrasinya “aql” dan “qalb” sebagai suatu metoda berpikir untuk memahami realitas. Pendekatan integratif adalah pendekatan ulul’albab yang secara jelas digambarkan Alquran 3: 190-191 yang artinya sebagai berikut : “sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang adalah tanda-tanda bagi ulul albab, yaitu mereka yang mengingat (zikir/qalb) tentang Allah dalam keadaan berdiri, duduk, berbaring dan memikirkan (aql, rasio) tentang penciptaan langit dan bumi ; ya Tuhan kami, tidaklah Engkau ciptakan semua ini dengan sia-sia ; Mahasuci Engkau, maka hindarkanlah kami dari siksaan neraka.
Penjelasan Alquran di atas bisa dimengerti akan adanya proses rasional transcendental di mana 1) mengingat (zikir pada kekuasaan Allah) mendahului 2) berpikir untuk memahami dan mendalami semua ciptaanNya di langit dan di bumi,3) dan mencapai proses transendensi dengan 4) kesadaran tidak akan menyia-nyiakan semua ciptaanNya dan aktualitas perbuatan yang terhindar dari siksaan neraka. Ini menjadi metoda berpikir integratif dan interkonektif yang berada dalam jalan hidup seseorang untuk selalu mensyukuri dan menghindari siksaan neraka.
Karena itu, bagi penulis makna surat al fatihah yang dibaca setiap kali oleh seorang muslim ketika menjalankan solat, terutama saat membaca Alquran 1: 6-7 yang dijelaskan artinya : “tunjukkan kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan mereka yang dimurkai dan bukan pula mereka yang tersesat. Maka jalan lurus itu dapat dimengerti sebagai metoda berpikir yang secara konsisten dan lurus, kemudian diaktualisasikan dalam perbuatan yang memberikan manfaat bagi kehidupan bersama, akan menjadi nikmat, bukan laknat apalagi tersesat.
Filsafat Islam sebagai metoda berpikir menjadi dasar bagi peradigma integrative interkonektif, yang secara sistemik menyatukan antara aql, qalb, wahyu dan realitas menjadi suatu metodologi berpikir yang bersifat rasional transcendental, dan selalu berdimensi majemuk. Karena itu, filsafat Islam sebagai metode berpikir seperti yang dijelaskan di atas, akan menjadi dasar dalam merumuskan filsafat dalam studi-studi keislaman. Dalam kaitan ini, maka seharusnya dalam setiap fakultas diajarkan filsafat Islam sesuai dengan bidang kajiannya masing masing, seperti filsafat hukum Islam di fakultas syari’ah, filsafat pendidikan Islam di fakultas tarbiyah, filsafat dakwah Islam di fakultas dakwah, filsafat eknonomi Islam di fakultas ekonomi dan bisnis dan seterusnya.
INTEGRASI DAN INTERKONEKSI SEBAGAI METODOLOGI DALAM STUDI KEISLAMAN
Dalam sebuah forum dialog di TVRI Yogyakarta, penulis selaku rektor UIN Sunan Kalijaga ditanya oleh seorang pemirsa, bahwa berubahnya IAIN menjadi UIN adalah suatu pendangkalan ilmu agama. Pertanyaan mereka itu didasarkan pada fenomena bahwa penguasaan ilmu agama pada alumni UIN lebih rendah daripada alumni IAIN dulu. Pertanyaan itu juga pernah menjadi perdebatan yang panjang di kalangan akademisi IAIN ketika kita akan berubah menjadi UIN.
Di samping itu, pandangan bahwa ilmu keislaman adalah ilmu agama masih tetap kuat di kalangan masyarakat Islam sendiri, sehingga ilmu keislaman bagi mereka adalah ilmu-ilmu agama seperti yang ada di IAIN dulu, yaitu ushuluddin, dakwah, syariah, adab dan terbiyah. Sedangkan ilmu-ilmu di luar studi agama adalah bukan ilmu keislaman. Dengan kata lain, mereka sebenarnya masih berpandangan bahwa Islam adalah agama, bukan kebudayaan, sehinga sains dan teknologi sebagai bagian dari kebudayaan, tidaklah termasuk kajian keislaman.
Karena itu, paradigm integratif dan interkonektif menjadi sangat penting dan fundamental dalam merumuskan kajian-kajian keislaman, di mana posisi Islam sebagai nilai-nilai yang mendasar dan mengikat setiap kajian keislaman yang ada dalam berbagai aspek kebudayaan, baik kebudayaan sebagai sistem nilai, produk maupun eksistensi manusia dalam perjalanan hidupnya yang kompleks.
Dalam pandangan penulis, yang paling sulit dilakukan dalam usaha melakukan integrasi dan interkoneksi studi-studi keislaman adalah bagaimana merumuskan metodologinya. Upaya integrasi dan interkoneksi yang banyak dilakukan sekarang ini adalah mengintegrasikan dan menginterkoneksikan materi kajian dari studi studi keislaman dalam kajian ilmu-ilmu umum atau sebaliknya, seperti mengintegrasikan materi kajian kajian Islam, terutama Alquran dan Alhadits diintegrasikan dan diinterkoneksikan dengan bidang kajian-kajian ilmu-ilmu umum.
Konsep pohon ilmu ilmu keislaman (Prof Imam Suprayogo) serta konsep jaring labah-labah ilmu ilmu keislaman ( Prof Amin Abdullah) menurut pandangan penulis yang sempit ini, rasanya belum sampai merumuskan pada metodologinya. Integrasi dan interkoneksi model ini, seringkali diimplementasikan dengan melakukan integrasi infrastruktur fisik dan non fisik, termasuk material dan bahan ajar dalam pengembangan keilmuan dalam suatu konsep universitas.
Dalam pandangan Islam, sebenarnya tidak mengenal dualisme pendidikan dan dikhotomi keilmuan. Pendidikan harus dilakukan secara integratif, sehingga keragaman ilmu bisa saling menyapa dan menyatu dalam memecahkan persoalan kemanusiaan yang makin kompleks. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa masalah masalah kemanusiaan, seperti kesejahteraan, kemiskinan, kebahagiaan, keamanan dan perdamaian, tidaklah bisa dipecahkan dengan pendekatan tunggal keilmuan semata mata. Karena itu, pendekatan integratif dan interkonektif adalah suatu keniscayaan dalam kehidupan yang semakin global ini.
Jika kita akan menempatkan integrasi dan interkoneksi sebagai suatu metodologi, maka dalam setiap jenjang pendidikan di UIN Suka baik S1, S2 maupun S3nya, bagaimana jabaran dalam kurikulumnya. Demikian juga halnya dalam berbagai fakultas yang ada, bagaimana integrasi dan interkoneksi sebagai metodologi dapat diimplementasi-kan dalam berbagai fakultas, sehingga sehingga masing-masing keilmuan yang dikembangkan oleh setiap fakultas berada dalam ikatan metodologi yang sama, yaitu integrasi dan interkoneksi.
Semoga bermanfaat wallahu a’lamu bishshowab.
(Disampaikan dalam rangka Seminar “Praksis Paradigma Integrasi Interkoneksi Ilmu dan Transformasi Islamic Studies”, Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Convention Hall, 22-23 Oktober 2014)
sumber : http://uin-suka.ac.id/

Thursday, 20 November 2014

FISHUM UIN Suka Rangkul PTAI (N) Se-Indonesia Dirikan Konsorsium Nasional Ilmu Sosial dan Humaniora (KONISHUM)

14-15 November 2014, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) UIN Sunan Kalijaga telah sukses menyelenggarakan Konferensi Nasional dengan Tema “ Islam dan Pengembangan Ilmu Sosial-Humaniora ”. Kegiatan yang berlangsung selamadua hari ini juga melangsungan Workshop “Pengelola Prodi Ilmu Sosial Humaniora PTAI Se-Indonesia: Menuju Pembentukan Konsorsium Ilmu Sosial dan Humaniora “. Dr. Mustadin Tanggala selaku Ketua Panitia menyampaiakan bahwa, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang pertama mengukir sejarah sebagai tuan rumah terbentuknyaKonsorsium Nasional Ilmu Sosial dan HumanioraPerguruan Tinggi Agama Islam PTAI (N) yang berada di bawah naungan Kementrian Agama RI.
Dalam Konferensi Nasional ini, juga ditampilkan beberapa tokoh-tokoh besar diantaranya: Prof. Dr. HM. Amin Abdullah (UIN Sunan Kalijaga), Prof. Dr. Syamsul Arifin (UMM Malang), Prof. Dr. Abdul Mujib, M.Ag, M. Si (UIN Syarif Hidyatullah Jakarta), Prof. Dr. Pawito, Ph.D (UNS Surakarta) dan Prof. Dudung Abdurrahman, M. Hum (Dekan Fishum UIN Suka).
“Pada pertemuan Konfrensi Nasionalini kita menyajikan 35 Makalah terbaik dari para Dosen Ilmu Sosial dan Humaniora se-Indonesia kemudian dilanjutkan denganWorkshop PembentukanKonsorsium Nasional Ilmu Sosial dan Humaniora”,tutur Mustadin.
Kegiatan ini di hadiri kurang lebih 250 peserta utusan19 PTAIN dan PTAIS yang berasal dari berbagai program studi dan berbagai asal perguruan tinggi. Sesuai kesepakatan dalam konferensi Nasional ini disepakati dibentukKonsorsium Nasional Ilmu Sosial dan Humaniora (KONISHUM)yang telah diketuai oleh Prof. Dudung Abdurrahman, M.Hum (UIN Sunan Kalijaga) Serta Mustadin Taggala, S.Psi., M.Si (UIN Sunan Kalijaga YK) dan Dr. Abdurrahman, M.Si (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) terpiiih sebagai Sekertaris KONISHUM.
Prof. Dudung Abdurrahman, M.Hum selaku Ketua KONISHUMdalam sambutan ketua terpilih mengatakan bahwa Tugas berat para pegurus KONISHUMsudah menanti diantaranyapertama,memperjuangkan kesetaraan kemajuan disiplin ilmu-ilmu agama yang telah terlebih dahulu lahir di lingkungan PTAI dan PTAIN di bawah naungan Kemenag RI.Kedua,mengejar ketertinggalan dari Ilmu Sosial dan Humaniora yang telah lama tumbuh dan berkembang di bawah naungan DIKTI.Ketiga,menjadi bagian dari upaya pemaduan ilmu agama dan ilmu sosial Humaniora sebagai ciri khas Ilmu sosial dan Humaniora di lingkungan Kemenag RI.
“ Semoga Pembentukan KONISHUM ini menjadi bagian dari upaya dan solusi memajukan Pendidikan Tinggi di Indonesia”, Pungkas Dudung Abdurrahman. (Doni T W-Humas UIN Suka). www. uin-suka.ac.id

Sunday, 9 February 2014

Sukses Melalui Kegagalan

Inilah kisah seorang anak manusia, yang dilahirkan tahun 1809; yang diusir bersama keluarganya dari tanah milik mereka ketika usianya baru 7 tahun; kemudian ditinggal mati ibunya saat masih berusia 9 tahun; yang pada usia 22 tahun sempat bekerja sebagai staf administrasi sebuah toko, namun akhirnya dipecat; yang terjerat utang dari bisnisnya yang bangkrut pada tahun berikutnya—ia memerlukan
waktu sekitar 17 tahun untuk melunasi utangnya itu.
Inilah kisah seorang anak manusia, yang "nekad" mencalonkan diri sebagai anggota legislatif

Sukses Tanpa Sekolah

Anak kecil itu berlari-lari pulang ke rumahnya.Tangannya yang mungil memegang sepucuk surat dari guru sekolahnya.Di ambang pintu rumah ia berteriak,
"Mama, Mama, ada surat dari Pak Guru".
Ibunya,Nancy Elliot, mantan guru, menyambut anak bungsu dari tujuh bersaudara itu dengan ciuman dan pelukan penuh kasih sayang.
"Coba Mama lihat,"
ujarnya seraya membuka amplop surat dengan hati-hati. Tangannya gemetar saat matanya menelusuri kata demi kata yang terpampang jelas di hadapannya: "Anak ini terlalu

Sukses Itu Bahagia




Konon, dalam kultur masyarakat Jawa, pria yang sukses didefinisikan sebagai orang-orang yang memiliki lima hal penting. Pertama, sukses berarti memiliki garwo alias istri. Seorang lelaki yang belum beristri dianggap 'belum lengkap'. Bahkan dalam cerita raja-raja Jawa, memiliki istri saja masih kurang 'mentereng'. Selain permaisuri yang memiliki hak melahirkan putra mahkota, para raja umum-nya memiliki selir-selir yang menakjubkan jumlahnya dan sebagian dipersembahkan oleh rajaraja kecil yang takluk padanya sebagai upeti. Kedua, sukses berarti memiliki banyak pusoko (pusaka). Ini menyangkut

Sunday, 26 January 2014

Dari gubuk ke New York

ia lahir di Gubuk, kota kecamatan kecil di Purwodadi, Jawa Tengah. Orangtuanya memiliki sebuah toko kelontong di dekat Mrapen, yang tak bisa disebut besar. Kecintaannya pada karate membuatnya tak ingin masuk universitas. Setamat SMA di Semarang pada tahun 1979, ia menjadi pelatih karate di mana-mana. Karate menjadi nafkah hidupnya. Seorang pelatih yang melihat kesungguhan hatinya untuk belajar karate memberi nasihat, "Kalau mau jadi karateka jangan tanggung-tanggung. Belajar di tempat asalnya sana, Jepang."
Nasihat itu diterimanya, maka ia pun berangkat ke Tokyo pada tahun 1983- Cita-citanya cuma satu: menjadi pelatih karate yang andal dan hidup dari karate. Apalagi di Jepang

Saturday, 11 January 2014

Kisahnya Aqua

Berbicara tentang air minum dalam kemasan, yang pertama muncul dalam benak kita pastilah Aqua. Memang merk yang satu ini telah menjadi top brand di Indonesia. Hampir setiap orang di Indonesia pasti tahu atau minimal pernah mendengar nama Aqua. Bagaimana kisah sukses Aqua sampai bisa seperti sekarang?


Kisah sukses ini berawal dari sosok Tirto Utomo(alm.) yang menggagas berdirinya Aqua. Pria kelahiran Wonosobo, 9 Maret 1930 ini menggagas lahirnya industri air minum dalam kemasan (AMDK) di Indonesia melalui PT Golden Mississippi pada tanggal 23 Pebruari 1973. Produk pertamanya saat itu adalah Aqua botol kaca 950 ml yang kemudian disusul kemasan AQUA 5 galon, pada waktu itu juga masih terbuat dari kaca.

Pada awal kemunculannya, Aqua tidak langsung menuai kisah sukses nya seperti sekarang ini. Bahkan tahun 1974 sampai 1978 adalah masa-masa sulit bagi perusahaan ini. Saat itu permintaan konsumen masih sangat rendah. Masyarakat kala itu masih “asing” dengan air minum dalam kemasan. Apalagi harga 1 liter Aqua lebih mahal daripada harga 1 liter minyak tanah.

Aqua tidak akan menuai kisah sukses bila langsung menyerah saat itu. Dengan berbagai upaya dan kerja keras, akhirnya Aqua mulai diterima masyarakat luas. Perlahan tapi pasti, merk ini semakin menorehkan kisah sukses nya. Bahkan tahun 1978, Aqua telah mencapai titik BEP. Dan saat itu menjadi batu loncatan kisah sukses Aqua yang terus berkembang pesat.

Pada saat itu, produk Aqua ditujukan untuk market kelas menengah ke atas, baik dalam rumah tangga, kantor-kantor dan restoran. Namun sejak tahun 1981, Aqua telah berganti kemasan dari semula kaca menjadi plastik sehingga melahirkan berbagai varian kemasan. Hal ini menyebabkan distribusi yang lebih mudah dan harga yang lebih terjangkau sehingga produk Aqua dapat dijangkau masyarakat dari berbagai kalangan. Di tahun 1981 ini juga, Aqua mengganti sumber airnya dari air sumur bor ke air dari mata air pegunungan.

Bahkan dalam segi kemasan pun, Aqua telah menjadi pelopor. Botol plastiknya yang semula berbahan

Dari Lampu Teplok Menjadi Raja Panci




Sebagian besar ibu rumah tangga pasti pernah memakai produk Maspion. Namun, tak banyak yang tahu bahwa nama besar Maspion berawal dari pabrik lampu teplok yang dibesarkan protolan SMP di sebuah rumah petak 4 x4.

Maspion dan Alim Markus ada­lah dua nama yang tak terpisah­kan. Orang kini mengenal Maspion sebagai salah satu ke­lompok usaha besar asal Jawa Timur, yang tak hanya berkutat di industri peralatan rumah tanga, namun juga menjamah perbankan, real estate, hingga properti. Sedangkan Alim Markus adalah

Thursday, 2 January 2014

Amancio Ortega Gaona (konglomerat asal Spanyol)


Amancio Ortega Gaona adalah konglomerat Spanyol. Ia adalah pemilik tunggal Zara sebuah toko utama dari Grup Inditex yang didirikanya. Melalui Zara Grup Inditex dapat menciptakanproduk-produk bermerek, seperti Massimo Dutti, Pull and Bear, Oysho, Uterque, Stradivarius, Bershka dsb. Bertepatan dengan Grup Inditex yang ia dirikan, toko Zara juga dibuka pada tahun 1975 di A Coruna, Galicia, Spanyol.
Berbeda dari produksi lain yang membutuhkan enam bulan untuk meluncurkan sekitar 10.000 produk desain baru, Zara hanya butuh waktu dua minggu untuk mengembangkan produk baru dan menempatkannya di toko-toko.
Sebagaimana yang diungkapkan direktur mode Louis Vuitton Daniel Piette, Zara merupakan strategi yang paling inovatif dan dapat menghancurkan retailer di dunia. Selain itu, ia juga menggambarkan bahwa kisah sukses Zara adalah kisah suksesnya Spanyol.
Besarnya Zara tidak lepas dari sang pendirinya Amancio Ortega Gaona. Lantas, siapa sebenarnya Ortega ini? Dari mana dan seperti apa proses hidup yang dijalaninya hingga ia menjadi orang besar?
Amancio Ortega Gaona adalah nama lengkap yang diberika orang tuanya. Ayahnya adalah seorang pekerja kereta api. Sementara ibunya adalah pembantu rumah tangga. Karena masalah ekonomi, pada usia yang masih dini, ia terpaksa putus sekolah. Untuk membantuperekonomian keluarga, pada usianya yang ke-13, ia menjadi pengantar kain untuk orang kaya. Selain itu, ia juga bekerja sebagai pedagang kain dan asisten penjahit.
Dari sini, Ortega mulai belajar tentang pentingnya menghasilkan produk langsung ke konsumen tanpa melalui distributor.strategi inilah yang dikemudian hari diterapkannya hingga Zara menjadi besar.
Ternyata, kariernya di dunia tekstil cukup bagus, sehingga pada awal 1960-an Ortega menjadi manajer sebuah toko  pakaian lokal yang sulit dijangkau oleh orang-orang kelas menengah ke bawah. Untuk itu, agar bisa dijangkau oleh semua

Olivia Lum (Perempuan terkaya di dunia)


Olivia Lum adalah pendiri Hyflux, sebuah perusahaan pengolahan air mineral terbesar di asia tenggara yang sudah merambah Cina, India, dan Timur Tengah. Pada tahun 2007, perusahaannya mampu mencetak pendapatan hingga US$ 700 juta dan menjadikan Hyflux sebagai perusahaan multi miliar dolar.
Atas segala sepak terjangnya, Lum meraih banyak penghargaan. Pada 2003 ia dikukuhkan sebagai Young entrepreneur of the year Singapura. Dan tahun berikutnya Hyflux dinobatkan menjadi investor choice award di Singapura. Dalam versi Forbes, Lum merupakan satu-satunya wanita yang terdaftar sebagai orang yang terkaya di dunia, sekaligus termuda di dunia.
Tetapi siapa yang menyangka jika Lummemiliki latar belakang yang menyedihkan. Tepatnya pada tahun 1960, saat ia masih bayi, ia ditinggalkan orang tuanya disebuah rumah sakit di Malaysia. Sampai saat ini, ia tidak tahu siapa orang tua kandungnya.
Kemudian, Lum diadopsi oleh seorang nenek di wilayah Kampar. Bersama 4 anak lain yang juga diadpsi. Ia tinggal disebuah desa yang selalu banjir jika hujan tiba.
Karena nenek itu adalah seorang pengangguran yang senang berjudi, Lum pun hidup dalam kemiskinan. Guna meringankan beban ekonomi, Lum berjualan makanan ketika masih di SD. Tetapi semua percuma Lum lakukan, sebab kebiasaan berjudi yang dilakukan oleh ibu angkatnya semakin menambah lilitan utangnya. Saat dirasa tidak mampu lagimengembalikan utangnya yang makin hari makin menumpuk, akhirnya Lum dan ibu angkatnya meninggalkan Malaysia.
Pada tahun 1976, Lum mulai tinggal di Singapura. Bagi Lum, Singapura merupakan sebuah negeri yang mampumemberi pendidikan yang terpresentatif. Karena itu, saat ia menginjak usia 16 tahun, ia bersekolah di Tiong Bahru Secondary School. Kemudian, masuk Hwa Chong Junior College, selanjutnya NUS dan lulus sebagai sarjana kimia pada tahun 1986.
Demi mempertahankan hidup, sekolah, dan cita-citanya, Lum bekerja serabutan selama di Singapura. Untuk kuliah ia mencari beasiswa. Sementara untukmembiayai hidupnya, ia bekerja serabutan. Wajar jika ia tidak bisa

Dr. Ir. Ciputra (sang entrepeneur kawakan)


Kepahitan masa lalu terkadang mampu membangkitkan seseorang untuk menjadi manusia nomor wahid di dunia. Sebagaimana yang dialami Dr. Ir. Ciputra yang memiliki nama asli Tjie Tjin Hoan. Kehidupan masa kecilnya yang diwarnai penderitaan ternyata mampu mencetak dirinya menjadi entrepreneur yang berhasil memepelopori lima grup usaha kawakan di negeri ini. Diantaranya adalah Usaha Jaya, Metropolitan, Pondok Indah, Bumi Serpong Damai, Dan Ciputra Development yang masing-masing memiliki bisnis inti disektor properti.
Penderitaan itu berawal sejak usianya dua belas tahun. Sejak usia itu, ia kehilangan ayahnya yang meninggal di tahanan Jepang, ia dituduh menjadi mata-mata Belanda. Ciputra lahir pada tanggal 24 Agustus 1931 di kota kecil Perigi, Sulawesi Tengah adalah anak ke tiga dari pasangan Tjie Sim Poe dan Lie Eng Nio yang juga memiliki latar belakang sederhana.
Karena penderitaan masa kecil itulah, Ciputra bertekad

William Surya Djaya (pendiri PT. Astra International)


Siapa sesungguhnya pendiri PT. Astra Internasional? Adakah ia seorang yang terlahir dari keluarga kaya atau pejabat papan atas di negeri ini? Atau sebaliknya, dia rakyat jelata yang hidupnya diwarnai banyak penderitaan.
Untuk melihat itu semua, merilah kita sejenak melihat kegetiran hidup masa lalu beliau.
William Soeryadjaya, begitulah nama yang paling akrab dipanggil. William Soeryadjaya yang memiliki nama asli Tjia Kian Liong lahir di Majalengka, Jawa Barat. Saat usianya mencapai 12 tahun ia ditinggal pergi

Raymond Krc (dari salesman gelas kertas menuju Mc. Donald)


“aku memang menginginkan kehidupan yang mapan dan berkecukupan. Karena itu aku harus bekerja keras, sangat keras”
Hampir di seluruh dunia gerai makanan cepat saji Mc Donald dapat kita jumpai. Nah inilah hasil kerja keras dari Raymond Kroc, yang pada usia 14 tahun harus berhenti sekolah dan menjual gelas kertas. Sebagaiman yang telah diucapkan

Pengusaha tas terbesar di Indonesia

Jika ada seorang bertanya perihal Rony Lukito, mungkin kita akan menggeleng-nggeleng tanda tidak tahu. Sebab sekalipun kegighan Rony dalam berusaha patut diteladani, ia bukanlah pengusaha sekelas Lakshmi Mittal ataupun Eka Tjipta Wijaya, konglomerat kelas kakap di Asia. Tetapi pernahkah kita melihat merek tas Eiger, Export, Neosack, Bodypack, Nordwand, Morphosa, World Series, Extrem, Vertic, Domus Danica dan Brocklyn? Bagi anak sekolah dan kuliah merek tas itu tidak asing. Sebab, produk itu memang ditargetkan untuk kalangan pelajar.
Produk itu juga tersedia di outlet modern seperti toserba Ramayana, Matahari departmen store, Robinson dan berbagai hypermart seperti Carefour, hingga jaringan toko buku seperti Gramedia dan Gunung Agung. Selain itu juga, terdapat di toko-toko grosir lainnya. Wajar saja produk tas ini mampu merajai tas di Indonesia.
Tentunya, kebesaran B & B Inc. Tidak bisa lepas dari pendirinya, Rony Lukito. Lantas siapakah sebenarnya Rony Lukito? Bagaimana pula prosesnya dalam dunia bisnishingga ia mampu mendobrak pasar nasional?
Rony Lukito bukanlah anak orang kaya bukan pula seorang penjabat. Ia adalah seorang anak dari keluarga yang miskin. Selain itu, ia juga bukan orang yang menyandang gelar sarjana. Bukannya keinginan untuk kuliah itu tidak ada, tetapi apa boleh buat, kondisi perekonomian keluarganya memaksa ia harus berpuas diri dengan ijazah STM.
Sekalipun begitu, mustahil orang-orang seperti Roy tidak memiliki cita-cita, harapan, atau mimpi-mimpi untuk bergelimangan harta. Terbukti semenjak duduk dibangku STM , ia sudah terniasa berjualan susu yang dibungkus dengan plastik kecil kemudian diikat dengan karet untuk dijual ke tetangga-tetangganya.
Tidak seperti teman-teman seusianya di Bandung, Rony Lukito menjalani masa remaja dengan penuh kesederhanaan. Adalah suatu kebenaran jika ada orang yang mengatakan bahwa keberhasilan itu akan berpihak kepada orang-orang yang mau bekerja keras, dan bersungguh-sungguh ingin mengubah nasibnya. Demikian pula Rony Lukito yang sudah sejak remaja bekerja keras, hingga ia menjadi pengusaha tas terbesar di Indonesia.

John Richard Simplot (raja kentang Amerika Serikat)

“saya hanya petani biasa. Saya kaya karena mendapatkan keberuntungan dari kentang. Saya sangat mempercayai arti sebuah keberuntungan. Keberuntungan adalah fakta. Faktanya, saya mendapatkan untung. ”
Begitulah pernyataan lugas John Richard Simplot, pengusaha kentang yang pada 2006 berhasil menduduki peringkat 278 dari 400 orang terkaya di dunia dan ke-29 di negerinnya dengan kekayaan US$ 3,8 miliar.
Ray Kroc berkomentar bahwa Simplot merupakan petani sukses yang bisa menggebrak dunia pertanian di US dan dunia.
Tetapi tahukah anda bagaimana perjalanan Simplot menuju sukses? Tentunya tidak seperti keadaanya sekarang, Simplot mempunyai kenangan masa kecil yang penuh dengan penderitaan. Antara putus sekolah dan bekerja adalah jalan pahit yang tidak bisa ia hindari. Ya, begitulah nasib yang harus diterima bagi setiap orang miskin.
Simplot lahir pada 9 Januari 1909 di Dubuque dari pasangan Charles dan Dorothy Ann Simplot. Saat Simplot berusia 14 tahun ia berhenti sekolah.  Tanpa sepengetahuan orang tuanya, Simplot kabur dari rumah dan menetap di Settling, Idaho. Peristiwa initerjadi pada tahun 60-an, dimana saat itu Amerika menjadi lahan yang menguntungkan abgi kebanyakan orang.
Untuk membiayai hidup, Simplot bekerja sebagai penyortir kentang di perusahaan lokal. Simplot bekerja sambil mencari pengalaman. Ia mencari tahu apa saja yang bisa ia lakukan, khususnya mempelajari bagaimana cara menanam kentang agar hasilnya bagus.
Setelah mendapat banyak ilmu dan pengalaman , Simplot mulai membangun usaha pertanian dengan skala kecil. Padatahun 1930 ia mulai bergelut dengan pertanian yang menggunakan fosfat sebagai nutrisi kentang. Inilah awal mula tumbuhnya perusahaan kimia dan mineral milik Simplot menjadi produsen fosfat terbesar di barat laut Amerika.
Untuk menambah penghasilan Simplot bekerja sebagai buruh banguna dan tinggal di asrama. Di asrama inilah Simplot bertemu dengan sekelompok guru yang digaji dengan skrip (semacam saham). Ia kemudian membeli skrip-skrip itu dengan harga 50 sen dan menjualnya kembali ke bank dengan harga 90 sen. Dengan keuntungan jual-beli skrip itulah Simplot berhasil membeli truk dan 600 ekor babi untuk membuka peternakan.
Dya tahun kemudian, saat usianya 16 tahun, usahanya terus berkembang hingga membuatnya mampu menyewa lahan yang lebih luas. Pada tahun 30-an ia memberi nama bisnisnya dengan “the potato king”. Saat itu, ia memproduksi sekitar 33 juta pon kentang kering  atau sepertiga dari jumlah konsumsi tentara perang pada masa itu.
Selanjutnya perusahaan nya berhasil menjual jutaan pon kentang berkualitas ke Mc Donald, Burger King, Wendy’s, dan KFC. Pada 1950-an Simplot menjadi pionir menginvestasikan uangnya dibidang teknologi pengawetan pangan.
Karena pasar merespons dan lebih bangga dengan membeli makanan yang telah diawetkan, investasinya pun mendapatkan sukses yang besar. Pada dekade1990-an Simplot menyerahkan manajemennya kepada anak cucunya, tetapi status kepemilikan masih atas dirinya. Di tangan penerusnya usaha ini mampu berkembang sampai keluar benua. Perusahaan Simplot bersama Nestle mampu mengakusisi Pacific Brands Food yang berada di Australia.
Untuk memenuhi kebutuhan kentang di Cina, ia bekerja sama dengan Cina untuk mrmproduksi bibit kentang. Lebih jauh guna membangun kongsi peternakan, Simplot juga bekerja sama dengan perusahaan asal Belanda, Farm Frites Beheer BV. Selanjutnya, Simplot menginvestasikan modalnya di bisnis teknologi mikron. Tetapi ia tidak meninggalkan fondasi bisnisnya dibidang pertanian.



Oprah Gail Winfrey (perempuan terkaya di dunia)





membaca adalah gerai untuk mengenal dunia
Begitulah ungkap Oprah, salah satu artis dan presenter terkaya di USA. Oprah Gail Winfrey lahir di Missisipi dari pasangan Afro-Amerika. Ayahnya adalah mantan serdadu yang malang, yakni menjadi tukang cukur. Semetara ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Lantaran kedua orang tuanya bercerai, sejak kecil Oprah tinggal bersama neneknya di lingkungan miskin dan kumuh.
Lantas bagaimana perjalanan Oprah hingga menjadi artis terkaya dan presenter terpopuler di Amerika, dengan kekayaan lebih dari US$ 1 miliar. Karena itu marilah kita simak perjalanan Oprah yang penuh inspirasi ini.
Sebuah petaka besar menimpa Oprah. Menginjak usia 9 tahun, Oprah diperkosa oleh saudara sepupu ibunya beserta teman-temannya. Pemerkosaan ini tidak hanya terjadi satu kali saja, melainkan berulang-ulang kali. Hingga pada usia 13 tahun, Oprah hamil dan melahirkan, akan tetapi bayinya meninggal pada usia dua minggu.
Setelah kejadian itu, Oprah tinggal bersama ayahnya di Nashville. Bersama ayahnya, Oprah mendapatkan didikan yang keras dan diajari bagaimana cara hidup disiplin. Setiap hari Oprah diwajibkan membaca buku, dan setiap pekan ia diharuskan membuat ringkasan dari buku yang telah ia baca. Sekalipun tekanan ayahnya sangat berat bagi Oprah, mau tidak mau harus ia jalani. Dari didikan ayahnya inilah secara tidak sadar telah membentuk kepribadian Oprah yang tegar, percaya diri, dan memiliki disiplin tinggi.
Bukiti dari semua itu adalah ia terpilih menjadi wakil siswi berprestasi yang diundang ke Gedung Putih. Kemudian, saat memasuki jenjang perguruan tinggi, ia mendapatkan beasiswa. Selain itu, ia juga pernah memenangkan kontes kecantikan dan saat itulah pertama kali ia menjadi sorotan publik.
Oprah memulai karirnya sejak SMA, yakni sebagai penyiar radio lokal. Saat usianya menginjak 19 tahun, ia berkarir di dunia TV. Jika ditanya sebagai wanita negro pertama dan termuda sebagai pembaca berita stasiun TV lokal, jawabannya tak lain adalah Oprah.
Oprah memulai debut talkshow TV-nya dalam acara people are talking. Dan keputusannya untuk pindah ke Chicagolah yang akhirnya membawa Oprah ke puncak karirnya. The Oprah Winfrey Show menjadi acara talkshow dengan rating nasional tertinggi berskala nasional yang pernah ada dalam sejarah pertelivisian di Amerika.
Latar belakang kehidupannya yang miskin, rawan kejahatan dan diskriminatif mengusik hatinya untuk berupaya membantu sesame. Tayangan acaranya di televisi selalu sarat dengan kemanusiaan, moralitas, dan pendidikan. Oprah sadar bila ia bisa mengajak seluruh pemirsa televisi, maka dia akn dengan mudah mewujudkan segala impiannya demi membantu mereka yang tertindas.
Oprah juga dikenal dengan kedermawanannya. Berbagai yayasan telah disantuni. Antara lain, rumah sakit dan lembaga riset untuk AIDS., berbagai sekolah, lembaga untuk ketergantungan, penderita cacat dan lain sebagainya.
Dan pada tanggal 27 Januari 2007, Oprah menghadiri peresmian sekolah khusus untuk anak-anak perempuan di kota Henley-on-Klip, di luar Johanesburg, Afrika Selatan, yang didirikannya bersama pemirsa acara televisinya. Pada saat itu Oprah menyisihkan 20 juta poundsterling atau 340 miliar rupiah dari kekayaanya.
“dengan memberi pendidikan bagi anak peremepuan, kita akan mengubah bangsa” ungkap Oprah saat itu.


Charle Darrow (sang pencipta permainan Monopoli)

”suamiku, kita harus tetap melakukan sesuatu agar impian kita tetap hidup”
Begitulah ungkap istri di hadapan Darrow, memberi semangat.
“impian kita telah mati! Kita telah gagal!” balas Darrow yang patah arang
“tidak, kita tidak gagal. Kita hanya tinggal menunggu waktunya.” Sang istri itu tetap tidak mau percaya bahwa impiannya telah mati. Bahkan, ia sama sekali tidak mau mengubur impiannya tersebut. Untuk tetap menjaga agar impiannya itu tetap hidup, ia selalu mengajak sang suami untuk merancang apa yang akan mereka lakukan jika suatu saat nanti mereka menjadi jutawan. Keduanya lalu mulai melakukan hal ini setiap kali seusai makan malam.
Menjadi jutawan adalah mimpi Charles Darrow sebelum menikah. Saat itu, ia berumur dua puluh tahun, ia utarakan mimpinya itu kepada kekasihnya.
Beberapa waktu kemudian akhirnya mereka menikah. Sayangnya, di usia pernikahan yang masih muda, krisis ekonomi melanda Amerika. Masa depresi besarpun tiba. Pasangan pengantin baru inipun mengalami kejadian menyedihkan. Mereka harus kehilangan pekerjaan dan mobil. Dari hari ke hari tabungan mereka kian menipis, bahkan rumahnya pun mereka gadaikan.
Darrow mengalami frustasi yang luar biasa. Ia sering duduk termenung seorang diri. Karena Darrow merasa tidak mampu lagi menjadi suami yang baik dan gagal dalam hidupnya, iapun menyarankan istrinya untuk meninggalkan ia seorang diri.
Justru yang terjadi sebaliknya, sang istri tetap setia dan menguatkan Darrow. Selain itu, istrinya tidak pernah bosan meyakinkan Darrow bahwa impian untuk menjadi jutawan belum mati, dan pada suatu saat nanti mereka pasti bisa meraihnya.
Waktu terus berlalu, dan aktivitas mereka berjalan seperti biasa. Hingga pad awal tahun 1930, Darrow membuat sebuah permainan (monopoly). Ia membuat permainan dengan versinya sendiri berdasarkan resort favoritnya yakni Atlantic City. Darrow membuat bermacam-macam inovasiuntuk permainannya dengan model permainan melingkar pada papan kain. Kemudian permainan itu dimainkan di rumah temannya.
Tidak lama kemudian, bukan hanya teman-temannya saja yang memainkan permainan itu. Tetapi toko-toko di dekat Philadelphia meminta Darrow untuk membuatkannya dengan harga $4 per biji.
Karena banyaknya pesanan, Darrow tidak mampu lagi menanganinya sendiri. Kemudian ia mengirim surat ke Parker Brothers, dan menanyakan kemungkinan untuk membeli dan mambuat permainan monopoly yang saat itu sudah dipatenkan.

Parker Brothers menolaknya dengan berbagai alasan. Tetapi setelah mengetahui tingginya penjualan permainan itu, Parker Brothers berubah pikiran. Mereka kemudian membeli hak Darrow, dan memberikan royalty untuk tiap papan mainan yang terjaul. Setelah pension, setahun kemudian Charles Darrow menjadi jutawan

Bob sadino (Berangkat Dari Ayam Ternak)

Bob Sadino yang akrab disapa om Bob adalah orang yang tidak asingbagi kita. Keunikan dan kesederhanaan penampilannya sebagai sosok entrepreneur sukses merupakan salah satu ciri sukses yang membuat masyarakat Indonesia makin tertarik untuk menelanjangi siapa Om Bob, ia juga pernah menjadi sopir dan kuli bangunan.
Celana jin pendek dengan kemeja lengan pendek yang ujungnya tidak dijahit bisa dikatakan sebagai baju dinas pria bungsu dari lima bersaudara ini. Jika kita mau mencermati lebih dalam, pakaian Om Bob merupakan sebuah symbol kebebasannya sebagai manusia mandiri yang tidak ingin diikat oleh siapa saja, termasuk hubungan antara atasan dan bawahan dalam dunia kerja yang mengikat.
Dan ternya, pendiri dan pemilik tunggal Kem Chicks (supermarket) ini merealisasikan itu semua. Ia tidak lagi diperintah dan dikekang oleh siapa saja. Ia benar-benar menjadi manusia yang bebas dan tidak terikat oleh siapa saja. Wajar saja jika gaya penampilannya mengikuti alurnya sendiri. Akan tetapi untuk mencapai itu semua, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak pengorbanan yang sudah ia berikan hingga ia menjadi pengusaha yang sukses di tanah air.
Pada mulanya, kehidupan Om Bob terbilang mapan. Tetapi karena ia bertekad untuk tidakmenjadi karyawan yang diperitah atasan, ia kembali ke Indonesia setelah Sembilan tahun merantau ke Amsterdam, Belanda dan Hamburg, Jerman sejak 1958.
Untuk modal awal hidup di tanah kelahirannya sendiri, dari Eropa ia membawa dua mobil Mercedes buatan tahun 60-an. Satu mobil dijual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan. Sementara mobil yang satunya digunakan sebagai taksi dan ia sendiri yang menjadi sopirnya.
Tetapi sayang Om Bob harus kehilangan sumber penghasilannya. Saat mobilnya disewa orang, mobil itu hancur karena kecelakaan. Hati Om Bob remuk. Untuk menyambung hidupnya, ia menjadi kuli bangunan dengan gaji harian Rp. 100,-. Padahal jika Om Bob mau, Soelami Soejoed (istrinya) yang berpengalaman sebagai sekretaris di luar negeri bisa menyelamatkan keadaan. Tetapi, Om Bob bersikeras “sayalah kepala kelurga dan saya yang harus mencari nafkah”.
Hingga pada suatu hari seorang teman mendatanginya dan memberi saran agar Om Bob memelihara ayam untuk melawa depresinya. Ia pun tertarik untuk memelihara ayam. Ketika berternak ayam itulah muncul ide berwirausaha. Om Bob memperhatikan kehidupan ayam-ayamnya. Dari sinilah ia mendapat inspirasi tentang perjuangan hidup.
Sebagai peternak ayam, setiap hari Om Bob dan istrinya menjual beberapa kilogram telur. Dalam tempo satu setengah tahun mereka mampu menggaet banyak pelanggan.
Tidak jarang pula Om Bob dimaki-maki oleh pelanggannya. Namun, dari makian itu ia banyak belajar  bagaimana menjadi pelayan yang baik bagi konsumen. Dari sinilah ia terus memperbaiki diri, hingga pada akhirnya ia menjadi pemilik tunggal Kem Chicks.
Bisnis pasar swalayan Om Bob memang berkembang pesat, merambah ke agrobisnis, khususnya holtikultura, mengelola kebun sayur mayur untuk konsumsi orang asing di Indonesia. Karena itu ia juga menjalin hubungan yang baik dengan beberapa petani di beberapa daerah.

Om Bob amata yakin bahwa jalan menuju sukses tidak semulus apa yang dia inginkan. Ia mesti melewati kegagalan demi kegagalan. Dalam dunia wirausaha, Om Bob sering jatuh bangun. Karena itu, bagi Om Bob uang bukanlah segalanya. Yang penting disini adalah komitmen, keberanian, dan kemauan. Selain itu janganlah terlalu banyak membuat rencana sehingga ia tidak segera melangkah “yang penting tindakan”  tegas Om Bob.