Sunday, 9 February 2014

Sukses Melalui Kegagalan

Inilah kisah seorang anak manusia, yang dilahirkan tahun 1809; yang diusir bersama keluarganya dari tanah milik mereka ketika usianya baru 7 tahun; kemudian ditinggal mati ibunya saat masih berusia 9 tahun; yang pada usia 22 tahun sempat bekerja sebagai staf administrasi sebuah toko, namun akhirnya dipecat; yang terjerat utang dari bisnisnya yang bangkrut pada tahun berikutnya—ia memerlukan
waktu sekitar 17 tahun untuk melunasi utangnya itu.
Inilah kisah seorang anak manusia, yang "nekad" mencalonkan diri sebagai anggota legislatif

Sukses Tanpa Sekolah

Anak kecil itu berlari-lari pulang ke rumahnya.Tangannya yang mungil memegang sepucuk surat dari guru sekolahnya.Di ambang pintu rumah ia berteriak,
"Mama, Mama, ada surat dari Pak Guru".
Ibunya,Nancy Elliot, mantan guru, menyambut anak bungsu dari tujuh bersaudara itu dengan ciuman dan pelukan penuh kasih sayang.
"Coba Mama lihat,"
ujarnya seraya membuka amplop surat dengan hati-hati. Tangannya gemetar saat matanya menelusuri kata demi kata yang terpampang jelas di hadapannya: "Anak ini terlalu

Sukses Itu Bahagia




Konon, dalam kultur masyarakat Jawa, pria yang sukses didefinisikan sebagai orang-orang yang memiliki lima hal penting. Pertama, sukses berarti memiliki garwo alias istri. Seorang lelaki yang belum beristri dianggap 'belum lengkap'. Bahkan dalam cerita raja-raja Jawa, memiliki istri saja masih kurang 'mentereng'. Selain permaisuri yang memiliki hak melahirkan putra mahkota, para raja umum-nya memiliki selir-selir yang menakjubkan jumlahnya dan sebagian dipersembahkan oleh rajaraja kecil yang takluk padanya sebagai upeti. Kedua, sukses berarti memiliki banyak pusoko (pusaka). Ini menyangkut