Sunday, 26 January 2014

Dari gubuk ke New York

ia lahir di Gubuk, kota kecamatan kecil di Purwodadi, Jawa Tengah. Orangtuanya memiliki sebuah toko kelontong di dekat Mrapen, yang tak bisa disebut besar. Kecintaannya pada karate membuatnya tak ingin masuk universitas. Setamat SMA di Semarang pada tahun 1979, ia menjadi pelatih karate di mana-mana. Karate menjadi nafkah hidupnya. Seorang pelatih yang melihat kesungguhan hatinya untuk belajar karate memberi nasihat, "Kalau mau jadi karateka jangan tanggung-tanggung. Belajar di tempat asalnya sana, Jepang."
Nasihat itu diterimanya, maka ia pun berangkat ke Tokyo pada tahun 1983- Cita-citanya cuma satu: menjadi pelatih karate yang andal dan hidup dari karate. Apalagi di Jepang

Saturday, 11 January 2014

Kisahnya Aqua

Berbicara tentang air minum dalam kemasan, yang pertama muncul dalam benak kita pastilah Aqua. Memang merk yang satu ini telah menjadi top brand di Indonesia. Hampir setiap orang di Indonesia pasti tahu atau minimal pernah mendengar nama Aqua. Bagaimana kisah sukses Aqua sampai bisa seperti sekarang?


Kisah sukses ini berawal dari sosok Tirto Utomo(alm.) yang menggagas berdirinya Aqua. Pria kelahiran Wonosobo, 9 Maret 1930 ini menggagas lahirnya industri air minum dalam kemasan (AMDK) di Indonesia melalui PT Golden Mississippi pada tanggal 23 Pebruari 1973. Produk pertamanya saat itu adalah Aqua botol kaca 950 ml yang kemudian disusul kemasan AQUA 5 galon, pada waktu itu juga masih terbuat dari kaca.

Pada awal kemunculannya, Aqua tidak langsung menuai kisah sukses nya seperti sekarang ini. Bahkan tahun 1974 sampai 1978 adalah masa-masa sulit bagi perusahaan ini. Saat itu permintaan konsumen masih sangat rendah. Masyarakat kala itu masih “asing” dengan air minum dalam kemasan. Apalagi harga 1 liter Aqua lebih mahal daripada harga 1 liter minyak tanah.

Aqua tidak akan menuai kisah sukses bila langsung menyerah saat itu. Dengan berbagai upaya dan kerja keras, akhirnya Aqua mulai diterima masyarakat luas. Perlahan tapi pasti, merk ini semakin menorehkan kisah sukses nya. Bahkan tahun 1978, Aqua telah mencapai titik BEP. Dan saat itu menjadi batu loncatan kisah sukses Aqua yang terus berkembang pesat.

Pada saat itu, produk Aqua ditujukan untuk market kelas menengah ke atas, baik dalam rumah tangga, kantor-kantor dan restoran. Namun sejak tahun 1981, Aqua telah berganti kemasan dari semula kaca menjadi plastik sehingga melahirkan berbagai varian kemasan. Hal ini menyebabkan distribusi yang lebih mudah dan harga yang lebih terjangkau sehingga produk Aqua dapat dijangkau masyarakat dari berbagai kalangan. Di tahun 1981 ini juga, Aqua mengganti sumber airnya dari air sumur bor ke air dari mata air pegunungan.

Bahkan dalam segi kemasan pun, Aqua telah menjadi pelopor. Botol plastiknya yang semula berbahan

Dari Lampu Teplok Menjadi Raja Panci




Sebagian besar ibu rumah tangga pasti pernah memakai produk Maspion. Namun, tak banyak yang tahu bahwa nama besar Maspion berawal dari pabrik lampu teplok yang dibesarkan protolan SMP di sebuah rumah petak 4 x4.

Maspion dan Alim Markus ada­lah dua nama yang tak terpisah­kan. Orang kini mengenal Maspion sebagai salah satu ke­lompok usaha besar asal Jawa Timur, yang tak hanya berkutat di industri peralatan rumah tanga, namun juga menjamah perbankan, real estate, hingga properti. Sedangkan Alim Markus adalah

Thursday, 2 January 2014

Amancio Ortega Gaona (konglomerat asal Spanyol)


Amancio Ortega Gaona adalah konglomerat Spanyol. Ia adalah pemilik tunggal Zara sebuah toko utama dari Grup Inditex yang didirikanya. Melalui Zara Grup Inditex dapat menciptakanproduk-produk bermerek, seperti Massimo Dutti, Pull and Bear, Oysho, Uterque, Stradivarius, Bershka dsb. Bertepatan dengan Grup Inditex yang ia dirikan, toko Zara juga dibuka pada tahun 1975 di A Coruna, Galicia, Spanyol.
Berbeda dari produksi lain yang membutuhkan enam bulan untuk meluncurkan sekitar 10.000 produk desain baru, Zara hanya butuh waktu dua minggu untuk mengembangkan produk baru dan menempatkannya di toko-toko.
Sebagaimana yang diungkapkan direktur mode Louis Vuitton Daniel Piette, Zara merupakan strategi yang paling inovatif dan dapat menghancurkan retailer di dunia. Selain itu, ia juga menggambarkan bahwa kisah sukses Zara adalah kisah suksesnya Spanyol.
Besarnya Zara tidak lepas dari sang pendirinya Amancio Ortega Gaona. Lantas, siapa sebenarnya Ortega ini? Dari mana dan seperti apa proses hidup yang dijalaninya hingga ia menjadi orang besar?
Amancio Ortega Gaona adalah nama lengkap yang diberika orang tuanya. Ayahnya adalah seorang pekerja kereta api. Sementara ibunya adalah pembantu rumah tangga. Karena masalah ekonomi, pada usia yang masih dini, ia terpaksa putus sekolah. Untuk membantuperekonomian keluarga, pada usianya yang ke-13, ia menjadi pengantar kain untuk orang kaya. Selain itu, ia juga bekerja sebagai pedagang kain dan asisten penjahit.
Dari sini, Ortega mulai belajar tentang pentingnya menghasilkan produk langsung ke konsumen tanpa melalui distributor.strategi inilah yang dikemudian hari diterapkannya hingga Zara menjadi besar.
Ternyata, kariernya di dunia tekstil cukup bagus, sehingga pada awal 1960-an Ortega menjadi manajer sebuah toko  pakaian lokal yang sulit dijangkau oleh orang-orang kelas menengah ke bawah. Untuk itu, agar bisa dijangkau oleh semua

Olivia Lum (Perempuan terkaya di dunia)


Olivia Lum adalah pendiri Hyflux, sebuah perusahaan pengolahan air mineral terbesar di asia tenggara yang sudah merambah Cina, India, dan Timur Tengah. Pada tahun 2007, perusahaannya mampu mencetak pendapatan hingga US$ 700 juta dan menjadikan Hyflux sebagai perusahaan multi miliar dolar.
Atas segala sepak terjangnya, Lum meraih banyak penghargaan. Pada 2003 ia dikukuhkan sebagai Young entrepreneur of the year Singapura. Dan tahun berikutnya Hyflux dinobatkan menjadi investor choice award di Singapura. Dalam versi Forbes, Lum merupakan satu-satunya wanita yang terdaftar sebagai orang yang terkaya di dunia, sekaligus termuda di dunia.
Tetapi siapa yang menyangka jika Lummemiliki latar belakang yang menyedihkan. Tepatnya pada tahun 1960, saat ia masih bayi, ia ditinggalkan orang tuanya disebuah rumah sakit di Malaysia. Sampai saat ini, ia tidak tahu siapa orang tua kandungnya.
Kemudian, Lum diadopsi oleh seorang nenek di wilayah Kampar. Bersama 4 anak lain yang juga diadpsi. Ia tinggal disebuah desa yang selalu banjir jika hujan tiba.
Karena nenek itu adalah seorang pengangguran yang senang berjudi, Lum pun hidup dalam kemiskinan. Guna meringankan beban ekonomi, Lum berjualan makanan ketika masih di SD. Tetapi semua percuma Lum lakukan, sebab kebiasaan berjudi yang dilakukan oleh ibu angkatnya semakin menambah lilitan utangnya. Saat dirasa tidak mampu lagimengembalikan utangnya yang makin hari makin menumpuk, akhirnya Lum dan ibu angkatnya meninggalkan Malaysia.
Pada tahun 1976, Lum mulai tinggal di Singapura. Bagi Lum, Singapura merupakan sebuah negeri yang mampumemberi pendidikan yang terpresentatif. Karena itu, saat ia menginjak usia 16 tahun, ia bersekolah di Tiong Bahru Secondary School. Kemudian, masuk Hwa Chong Junior College, selanjutnya NUS dan lulus sebagai sarjana kimia pada tahun 1986.
Demi mempertahankan hidup, sekolah, dan cita-citanya, Lum bekerja serabutan selama di Singapura. Untuk kuliah ia mencari beasiswa. Sementara untukmembiayai hidupnya, ia bekerja serabutan. Wajar jika ia tidak bisa

Dr. Ir. Ciputra (sang entrepeneur kawakan)


Kepahitan masa lalu terkadang mampu membangkitkan seseorang untuk menjadi manusia nomor wahid di dunia. Sebagaimana yang dialami Dr. Ir. Ciputra yang memiliki nama asli Tjie Tjin Hoan. Kehidupan masa kecilnya yang diwarnai penderitaan ternyata mampu mencetak dirinya menjadi entrepreneur yang berhasil memepelopori lima grup usaha kawakan di negeri ini. Diantaranya adalah Usaha Jaya, Metropolitan, Pondok Indah, Bumi Serpong Damai, Dan Ciputra Development yang masing-masing memiliki bisnis inti disektor properti.
Penderitaan itu berawal sejak usianya dua belas tahun. Sejak usia itu, ia kehilangan ayahnya yang meninggal di tahanan Jepang, ia dituduh menjadi mata-mata Belanda. Ciputra lahir pada tanggal 24 Agustus 1931 di kota kecil Perigi, Sulawesi Tengah adalah anak ke tiga dari pasangan Tjie Sim Poe dan Lie Eng Nio yang juga memiliki latar belakang sederhana.
Karena penderitaan masa kecil itulah, Ciputra bertekad

William Surya Djaya (pendiri PT. Astra International)


Siapa sesungguhnya pendiri PT. Astra Internasional? Adakah ia seorang yang terlahir dari keluarga kaya atau pejabat papan atas di negeri ini? Atau sebaliknya, dia rakyat jelata yang hidupnya diwarnai banyak penderitaan.
Untuk melihat itu semua, merilah kita sejenak melihat kegetiran hidup masa lalu beliau.
William Soeryadjaya, begitulah nama yang paling akrab dipanggil. William Soeryadjaya yang memiliki nama asli Tjia Kian Liong lahir di Majalengka, Jawa Barat. Saat usianya mencapai 12 tahun ia ditinggal pergi

Raymond Krc (dari salesman gelas kertas menuju Mc. Donald)


“aku memang menginginkan kehidupan yang mapan dan berkecukupan. Karena itu aku harus bekerja keras, sangat keras”
Hampir di seluruh dunia gerai makanan cepat saji Mc Donald dapat kita jumpai. Nah inilah hasil kerja keras dari Raymond Kroc, yang pada usia 14 tahun harus berhenti sekolah dan menjual gelas kertas. Sebagaiman yang telah diucapkan

Pengusaha tas terbesar di Indonesia

Jika ada seorang bertanya perihal Rony Lukito, mungkin kita akan menggeleng-nggeleng tanda tidak tahu. Sebab sekalipun kegighan Rony dalam berusaha patut diteladani, ia bukanlah pengusaha sekelas Lakshmi Mittal ataupun Eka Tjipta Wijaya, konglomerat kelas kakap di Asia. Tetapi pernahkah kita melihat merek tas Eiger, Export, Neosack, Bodypack, Nordwand, Morphosa, World Series, Extrem, Vertic, Domus Danica dan Brocklyn? Bagi anak sekolah dan kuliah merek tas itu tidak asing. Sebab, produk itu memang ditargetkan untuk kalangan pelajar.
Produk itu juga tersedia di outlet modern seperti toserba Ramayana, Matahari departmen store, Robinson dan berbagai hypermart seperti Carefour, hingga jaringan toko buku seperti Gramedia dan Gunung Agung. Selain itu juga, terdapat di toko-toko grosir lainnya. Wajar saja produk tas ini mampu merajai tas di Indonesia.
Tentunya, kebesaran B & B Inc. Tidak bisa lepas dari pendirinya, Rony Lukito. Lantas siapakah sebenarnya Rony Lukito? Bagaimana pula prosesnya dalam dunia bisnishingga ia mampu mendobrak pasar nasional?
Rony Lukito bukanlah anak orang kaya bukan pula seorang penjabat. Ia adalah seorang anak dari keluarga yang miskin. Selain itu, ia juga bukan orang yang menyandang gelar sarjana. Bukannya keinginan untuk kuliah itu tidak ada, tetapi apa boleh buat, kondisi perekonomian keluarganya memaksa ia harus berpuas diri dengan ijazah STM.
Sekalipun begitu, mustahil orang-orang seperti Roy tidak memiliki cita-cita, harapan, atau mimpi-mimpi untuk bergelimangan harta. Terbukti semenjak duduk dibangku STM , ia sudah terniasa berjualan susu yang dibungkus dengan plastik kecil kemudian diikat dengan karet untuk dijual ke tetangga-tetangganya.
Tidak seperti teman-teman seusianya di Bandung, Rony Lukito menjalani masa remaja dengan penuh kesederhanaan. Adalah suatu kebenaran jika ada orang yang mengatakan bahwa keberhasilan itu akan berpihak kepada orang-orang yang mau bekerja keras, dan bersungguh-sungguh ingin mengubah nasibnya. Demikian pula Rony Lukito yang sudah sejak remaja bekerja keras, hingga ia menjadi pengusaha tas terbesar di Indonesia.

John Richard Simplot (raja kentang Amerika Serikat)

“saya hanya petani biasa. Saya kaya karena mendapatkan keberuntungan dari kentang. Saya sangat mempercayai arti sebuah keberuntungan. Keberuntungan adalah fakta. Faktanya, saya mendapatkan untung. ”
Begitulah pernyataan lugas John Richard Simplot, pengusaha kentang yang pada 2006 berhasil menduduki peringkat 278 dari 400 orang terkaya di dunia dan ke-29 di negerinnya dengan kekayaan US$ 3,8 miliar.
Ray Kroc berkomentar bahwa Simplot merupakan petani sukses yang bisa menggebrak dunia pertanian di US dan dunia.
Tetapi tahukah anda bagaimana perjalanan Simplot menuju sukses? Tentunya tidak seperti keadaanya sekarang, Simplot mempunyai kenangan masa kecil yang penuh dengan penderitaan. Antara putus sekolah dan bekerja adalah jalan pahit yang tidak bisa ia hindari. Ya, begitulah nasib yang harus diterima bagi setiap orang miskin.
Simplot lahir pada 9 Januari 1909 di Dubuque dari pasangan Charles dan Dorothy Ann Simplot. Saat Simplot berusia 14 tahun ia berhenti sekolah.  Tanpa sepengetahuan orang tuanya, Simplot kabur dari rumah dan menetap di Settling, Idaho. Peristiwa initerjadi pada tahun 60-an, dimana saat itu Amerika menjadi lahan yang menguntungkan abgi kebanyakan orang.
Untuk membiayai hidup, Simplot bekerja sebagai penyortir kentang di perusahaan lokal. Simplot bekerja sambil mencari pengalaman. Ia mencari tahu apa saja yang bisa ia lakukan, khususnya mempelajari bagaimana cara menanam kentang agar hasilnya bagus.
Setelah mendapat banyak ilmu dan pengalaman , Simplot mulai membangun usaha pertanian dengan skala kecil. Padatahun 1930 ia mulai bergelut dengan pertanian yang menggunakan fosfat sebagai nutrisi kentang. Inilah awal mula tumbuhnya perusahaan kimia dan mineral milik Simplot menjadi produsen fosfat terbesar di barat laut Amerika.
Untuk menambah penghasilan Simplot bekerja sebagai buruh banguna dan tinggal di asrama. Di asrama inilah Simplot bertemu dengan sekelompok guru yang digaji dengan skrip (semacam saham). Ia kemudian membeli skrip-skrip itu dengan harga 50 sen dan menjualnya kembali ke bank dengan harga 90 sen. Dengan keuntungan jual-beli skrip itulah Simplot berhasil membeli truk dan 600 ekor babi untuk membuka peternakan.
Dya tahun kemudian, saat usianya 16 tahun, usahanya terus berkembang hingga membuatnya mampu menyewa lahan yang lebih luas. Pada tahun 30-an ia memberi nama bisnisnya dengan “the potato king”. Saat itu, ia memproduksi sekitar 33 juta pon kentang kering  atau sepertiga dari jumlah konsumsi tentara perang pada masa itu.
Selanjutnya perusahaan nya berhasil menjual jutaan pon kentang berkualitas ke Mc Donald, Burger King, Wendy’s, dan KFC. Pada 1950-an Simplot menjadi pionir menginvestasikan uangnya dibidang teknologi pengawetan pangan.
Karena pasar merespons dan lebih bangga dengan membeli makanan yang telah diawetkan, investasinya pun mendapatkan sukses yang besar. Pada dekade1990-an Simplot menyerahkan manajemennya kepada anak cucunya, tetapi status kepemilikan masih atas dirinya. Di tangan penerusnya usaha ini mampu berkembang sampai keluar benua. Perusahaan Simplot bersama Nestle mampu mengakusisi Pacific Brands Food yang berada di Australia.
Untuk memenuhi kebutuhan kentang di Cina, ia bekerja sama dengan Cina untuk mrmproduksi bibit kentang. Lebih jauh guna membangun kongsi peternakan, Simplot juga bekerja sama dengan perusahaan asal Belanda, Farm Frites Beheer BV. Selanjutnya, Simplot menginvestasikan modalnya di bisnis teknologi mikron. Tetapi ia tidak meninggalkan fondasi bisnisnya dibidang pertanian.



Oprah Gail Winfrey (perempuan terkaya di dunia)





membaca adalah gerai untuk mengenal dunia
Begitulah ungkap Oprah, salah satu artis dan presenter terkaya di USA. Oprah Gail Winfrey lahir di Missisipi dari pasangan Afro-Amerika. Ayahnya adalah mantan serdadu yang malang, yakni menjadi tukang cukur. Semetara ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Lantaran kedua orang tuanya bercerai, sejak kecil Oprah tinggal bersama neneknya di lingkungan miskin dan kumuh.
Lantas bagaimana perjalanan Oprah hingga menjadi artis terkaya dan presenter terpopuler di Amerika, dengan kekayaan lebih dari US$ 1 miliar. Karena itu marilah kita simak perjalanan Oprah yang penuh inspirasi ini.
Sebuah petaka besar menimpa Oprah. Menginjak usia 9 tahun, Oprah diperkosa oleh saudara sepupu ibunya beserta teman-temannya. Pemerkosaan ini tidak hanya terjadi satu kali saja, melainkan berulang-ulang kali. Hingga pada usia 13 tahun, Oprah hamil dan melahirkan, akan tetapi bayinya meninggal pada usia dua minggu.
Setelah kejadian itu, Oprah tinggal bersama ayahnya di Nashville. Bersama ayahnya, Oprah mendapatkan didikan yang keras dan diajari bagaimana cara hidup disiplin. Setiap hari Oprah diwajibkan membaca buku, dan setiap pekan ia diharuskan membuat ringkasan dari buku yang telah ia baca. Sekalipun tekanan ayahnya sangat berat bagi Oprah, mau tidak mau harus ia jalani. Dari didikan ayahnya inilah secara tidak sadar telah membentuk kepribadian Oprah yang tegar, percaya diri, dan memiliki disiplin tinggi.
Bukiti dari semua itu adalah ia terpilih menjadi wakil siswi berprestasi yang diundang ke Gedung Putih. Kemudian, saat memasuki jenjang perguruan tinggi, ia mendapatkan beasiswa. Selain itu, ia juga pernah memenangkan kontes kecantikan dan saat itulah pertama kali ia menjadi sorotan publik.
Oprah memulai karirnya sejak SMA, yakni sebagai penyiar radio lokal. Saat usianya menginjak 19 tahun, ia berkarir di dunia TV. Jika ditanya sebagai wanita negro pertama dan termuda sebagai pembaca berita stasiun TV lokal, jawabannya tak lain adalah Oprah.
Oprah memulai debut talkshow TV-nya dalam acara people are talking. Dan keputusannya untuk pindah ke Chicagolah yang akhirnya membawa Oprah ke puncak karirnya. The Oprah Winfrey Show menjadi acara talkshow dengan rating nasional tertinggi berskala nasional yang pernah ada dalam sejarah pertelivisian di Amerika.
Latar belakang kehidupannya yang miskin, rawan kejahatan dan diskriminatif mengusik hatinya untuk berupaya membantu sesame. Tayangan acaranya di televisi selalu sarat dengan kemanusiaan, moralitas, dan pendidikan. Oprah sadar bila ia bisa mengajak seluruh pemirsa televisi, maka dia akn dengan mudah mewujudkan segala impiannya demi membantu mereka yang tertindas.
Oprah juga dikenal dengan kedermawanannya. Berbagai yayasan telah disantuni. Antara lain, rumah sakit dan lembaga riset untuk AIDS., berbagai sekolah, lembaga untuk ketergantungan, penderita cacat dan lain sebagainya.
Dan pada tanggal 27 Januari 2007, Oprah menghadiri peresmian sekolah khusus untuk anak-anak perempuan di kota Henley-on-Klip, di luar Johanesburg, Afrika Selatan, yang didirikannya bersama pemirsa acara televisinya. Pada saat itu Oprah menyisihkan 20 juta poundsterling atau 340 miliar rupiah dari kekayaanya.
“dengan memberi pendidikan bagi anak peremepuan, kita akan mengubah bangsa” ungkap Oprah saat itu.


Charle Darrow (sang pencipta permainan Monopoli)

”suamiku, kita harus tetap melakukan sesuatu agar impian kita tetap hidup”
Begitulah ungkap istri di hadapan Darrow, memberi semangat.
“impian kita telah mati! Kita telah gagal!” balas Darrow yang patah arang
“tidak, kita tidak gagal. Kita hanya tinggal menunggu waktunya.” Sang istri itu tetap tidak mau percaya bahwa impiannya telah mati. Bahkan, ia sama sekali tidak mau mengubur impiannya tersebut. Untuk tetap menjaga agar impiannya itu tetap hidup, ia selalu mengajak sang suami untuk merancang apa yang akan mereka lakukan jika suatu saat nanti mereka menjadi jutawan. Keduanya lalu mulai melakukan hal ini setiap kali seusai makan malam.
Menjadi jutawan adalah mimpi Charles Darrow sebelum menikah. Saat itu, ia berumur dua puluh tahun, ia utarakan mimpinya itu kepada kekasihnya.
Beberapa waktu kemudian akhirnya mereka menikah. Sayangnya, di usia pernikahan yang masih muda, krisis ekonomi melanda Amerika. Masa depresi besarpun tiba. Pasangan pengantin baru inipun mengalami kejadian menyedihkan. Mereka harus kehilangan pekerjaan dan mobil. Dari hari ke hari tabungan mereka kian menipis, bahkan rumahnya pun mereka gadaikan.
Darrow mengalami frustasi yang luar biasa. Ia sering duduk termenung seorang diri. Karena Darrow merasa tidak mampu lagi menjadi suami yang baik dan gagal dalam hidupnya, iapun menyarankan istrinya untuk meninggalkan ia seorang diri.
Justru yang terjadi sebaliknya, sang istri tetap setia dan menguatkan Darrow. Selain itu, istrinya tidak pernah bosan meyakinkan Darrow bahwa impian untuk menjadi jutawan belum mati, dan pada suatu saat nanti mereka pasti bisa meraihnya.
Waktu terus berlalu, dan aktivitas mereka berjalan seperti biasa. Hingga pad awal tahun 1930, Darrow membuat sebuah permainan (monopoly). Ia membuat permainan dengan versinya sendiri berdasarkan resort favoritnya yakni Atlantic City. Darrow membuat bermacam-macam inovasiuntuk permainannya dengan model permainan melingkar pada papan kain. Kemudian permainan itu dimainkan di rumah temannya.
Tidak lama kemudian, bukan hanya teman-temannya saja yang memainkan permainan itu. Tetapi toko-toko di dekat Philadelphia meminta Darrow untuk membuatkannya dengan harga $4 per biji.
Karena banyaknya pesanan, Darrow tidak mampu lagi menanganinya sendiri. Kemudian ia mengirim surat ke Parker Brothers, dan menanyakan kemungkinan untuk membeli dan mambuat permainan monopoly yang saat itu sudah dipatenkan.

Parker Brothers menolaknya dengan berbagai alasan. Tetapi setelah mengetahui tingginya penjualan permainan itu, Parker Brothers berubah pikiran. Mereka kemudian membeli hak Darrow, dan memberikan royalty untuk tiap papan mainan yang terjaul. Setelah pension, setahun kemudian Charles Darrow menjadi jutawan

Bob sadino (Berangkat Dari Ayam Ternak)

Bob Sadino yang akrab disapa om Bob adalah orang yang tidak asingbagi kita. Keunikan dan kesederhanaan penampilannya sebagai sosok entrepreneur sukses merupakan salah satu ciri sukses yang membuat masyarakat Indonesia makin tertarik untuk menelanjangi siapa Om Bob, ia juga pernah menjadi sopir dan kuli bangunan.
Celana jin pendek dengan kemeja lengan pendek yang ujungnya tidak dijahit bisa dikatakan sebagai baju dinas pria bungsu dari lima bersaudara ini. Jika kita mau mencermati lebih dalam, pakaian Om Bob merupakan sebuah symbol kebebasannya sebagai manusia mandiri yang tidak ingin diikat oleh siapa saja, termasuk hubungan antara atasan dan bawahan dalam dunia kerja yang mengikat.
Dan ternya, pendiri dan pemilik tunggal Kem Chicks (supermarket) ini merealisasikan itu semua. Ia tidak lagi diperintah dan dikekang oleh siapa saja. Ia benar-benar menjadi manusia yang bebas dan tidak terikat oleh siapa saja. Wajar saja jika gaya penampilannya mengikuti alurnya sendiri. Akan tetapi untuk mencapai itu semua, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak pengorbanan yang sudah ia berikan hingga ia menjadi pengusaha yang sukses di tanah air.
Pada mulanya, kehidupan Om Bob terbilang mapan. Tetapi karena ia bertekad untuk tidakmenjadi karyawan yang diperitah atasan, ia kembali ke Indonesia setelah Sembilan tahun merantau ke Amsterdam, Belanda dan Hamburg, Jerman sejak 1958.
Untuk modal awal hidup di tanah kelahirannya sendiri, dari Eropa ia membawa dua mobil Mercedes buatan tahun 60-an. Satu mobil dijual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan. Sementara mobil yang satunya digunakan sebagai taksi dan ia sendiri yang menjadi sopirnya.
Tetapi sayang Om Bob harus kehilangan sumber penghasilannya. Saat mobilnya disewa orang, mobil itu hancur karena kecelakaan. Hati Om Bob remuk. Untuk menyambung hidupnya, ia menjadi kuli bangunan dengan gaji harian Rp. 100,-. Padahal jika Om Bob mau, Soelami Soejoed (istrinya) yang berpengalaman sebagai sekretaris di luar negeri bisa menyelamatkan keadaan. Tetapi, Om Bob bersikeras “sayalah kepala kelurga dan saya yang harus mencari nafkah”.
Hingga pada suatu hari seorang teman mendatanginya dan memberi saran agar Om Bob memelihara ayam untuk melawa depresinya. Ia pun tertarik untuk memelihara ayam. Ketika berternak ayam itulah muncul ide berwirausaha. Om Bob memperhatikan kehidupan ayam-ayamnya. Dari sinilah ia mendapat inspirasi tentang perjuangan hidup.
Sebagai peternak ayam, setiap hari Om Bob dan istrinya menjual beberapa kilogram telur. Dalam tempo satu setengah tahun mereka mampu menggaet banyak pelanggan.
Tidak jarang pula Om Bob dimaki-maki oleh pelanggannya. Namun, dari makian itu ia banyak belajar  bagaimana menjadi pelayan yang baik bagi konsumen. Dari sinilah ia terus memperbaiki diri, hingga pada akhirnya ia menjadi pemilik tunggal Kem Chicks.
Bisnis pasar swalayan Om Bob memang berkembang pesat, merambah ke agrobisnis, khususnya holtikultura, mengelola kebun sayur mayur untuk konsumsi orang asing di Indonesia. Karena itu ia juga menjalin hubungan yang baik dengan beberapa petani di beberapa daerah.

Om Bob amata yakin bahwa jalan menuju sukses tidak semulus apa yang dia inginkan. Ia mesti melewati kegagalan demi kegagalan. Dalam dunia wirausaha, Om Bob sering jatuh bangun. Karena itu, bagi Om Bob uang bukanlah segalanya. Yang penting disini adalah komitmen, keberanian, dan kemauan. Selain itu janganlah terlalu banyak membuat rencana sehingga ia tidak segera melangkah “yang penting tindakan”  tegas Om Bob.