Jika
ada seorang bertanya perihal Rony Lukito, mungkin kita akan menggeleng-nggeleng
tanda tidak tahu. Sebab sekalipun kegighan Rony dalam berusaha patut
diteladani, ia bukanlah pengusaha sekelas Lakshmi Mittal ataupun Eka Tjipta
Wijaya, konglomerat kelas kakap di Asia. Tetapi pernahkah kita melihat merek
tas Eiger, Export, Neosack, Bodypack, Nordwand, Morphosa, World Series, Extrem,
Vertic, Domus Danica dan Brocklyn? Bagi anak sekolah dan kuliah merek tas itu tidak
asing. Sebab, produk itu memang ditargetkan untuk kalangan pelajar.
Produk
itu juga tersedia di outlet modern seperti toserba Ramayana, Matahari departmen
store, Robinson dan berbagai hypermart seperti Carefour, hingga jaringan toko
buku seperti Gramedia dan Gunung Agung. Selain itu juga, terdapat di toko-toko
grosir lainnya. Wajar saja produk tas ini mampu merajai tas di Indonesia.
Tentunya,
kebesaran B & B Inc. Tidak bisa lepas dari pendirinya, Rony Lukito. Lantas
siapakah sebenarnya Rony Lukito? Bagaimana pula prosesnya dalam dunia
bisnishingga ia mampu mendobrak pasar nasional?
Rony
Lukito bukanlah anak orang kaya bukan pula seorang penjabat. Ia adalah seorang
anak dari keluarga yang miskin. Selain itu, ia juga bukan orang yang menyandang
gelar sarjana. Bukannya keinginan untuk kuliah itu tidak ada, tetapi apa boleh
buat, kondisi perekonomian keluarganya memaksa ia harus berpuas diri dengan
ijazah STM.
Sekalipun
begitu, mustahil orang-orang seperti Roy tidak memiliki cita-cita, harapan,
atau mimpi-mimpi untuk bergelimangan harta. Terbukti semenjak duduk dibangku
STM , ia sudah terniasa berjualan susu yang dibungkus dengan plastik kecil
kemudian diikat dengan karet untuk dijual ke tetangga-tetangganya.
Tidak
seperti teman-teman seusianya di Bandung, Rony Lukito menjalani masa remaja
dengan penuh kesederhanaan. Adalah suatu kebenaran jika ada orang yang
mengatakan bahwa keberhasilan itu akan berpihak kepada orang-orang yang mau
bekerja keras, dan bersungguh-sungguh ingin mengubah nasibnya. Demikian pula Rony
Lukito yang sudah sejak remaja bekerja keras, hingga ia menjadi pengusaha tas
terbesar di Indonesia.


0 comments:
Post a Comment