Thursday, 2 January 2014

Charle Darrow (sang pencipta permainan Monopoli)

”suamiku, kita harus tetap melakukan sesuatu agar impian kita tetap hidup”
Begitulah ungkap istri di hadapan Darrow, memberi semangat.
“impian kita telah mati! Kita telah gagal!” balas Darrow yang patah arang
“tidak, kita tidak gagal. Kita hanya tinggal menunggu waktunya.” Sang istri itu tetap tidak mau percaya bahwa impiannya telah mati. Bahkan, ia sama sekali tidak mau mengubur impiannya tersebut. Untuk tetap menjaga agar impiannya itu tetap hidup, ia selalu mengajak sang suami untuk merancang apa yang akan mereka lakukan jika suatu saat nanti mereka menjadi jutawan. Keduanya lalu mulai melakukan hal ini setiap kali seusai makan malam.
Menjadi jutawan adalah mimpi Charles Darrow sebelum menikah. Saat itu, ia berumur dua puluh tahun, ia utarakan mimpinya itu kepada kekasihnya.
Beberapa waktu kemudian akhirnya mereka menikah. Sayangnya, di usia pernikahan yang masih muda, krisis ekonomi melanda Amerika. Masa depresi besarpun tiba. Pasangan pengantin baru inipun mengalami kejadian menyedihkan. Mereka harus kehilangan pekerjaan dan mobil. Dari hari ke hari tabungan mereka kian menipis, bahkan rumahnya pun mereka gadaikan.
Darrow mengalami frustasi yang luar biasa. Ia sering duduk termenung seorang diri. Karena Darrow merasa tidak mampu lagi menjadi suami yang baik dan gagal dalam hidupnya, iapun menyarankan istrinya untuk meninggalkan ia seorang diri.
Justru yang terjadi sebaliknya, sang istri tetap setia dan menguatkan Darrow. Selain itu, istrinya tidak pernah bosan meyakinkan Darrow bahwa impian untuk menjadi jutawan belum mati, dan pada suatu saat nanti mereka pasti bisa meraihnya.
Waktu terus berlalu, dan aktivitas mereka berjalan seperti biasa. Hingga pad awal tahun 1930, Darrow membuat sebuah permainan (monopoly). Ia membuat permainan dengan versinya sendiri berdasarkan resort favoritnya yakni Atlantic City. Darrow membuat bermacam-macam inovasiuntuk permainannya dengan model permainan melingkar pada papan kain. Kemudian permainan itu dimainkan di rumah temannya.
Tidak lama kemudian, bukan hanya teman-temannya saja yang memainkan permainan itu. Tetapi toko-toko di dekat Philadelphia meminta Darrow untuk membuatkannya dengan harga $4 per biji.
Karena banyaknya pesanan, Darrow tidak mampu lagi menanganinya sendiri. Kemudian ia mengirim surat ke Parker Brothers, dan menanyakan kemungkinan untuk membeli dan mambuat permainan monopoly yang saat itu sudah dipatenkan.

Parker Brothers menolaknya dengan berbagai alasan. Tetapi setelah mengetahui tingginya penjualan permainan itu, Parker Brothers berubah pikiran. Mereka kemudian membeli hak Darrow, dan memberikan royalty untuk tiap papan mainan yang terjaul. Setelah pension, setahun kemudian Charles Darrow menjadi jutawan

0 comments:

Post a Comment