Thursday, 2 January 2014

Raymond Krc (dari salesman gelas kertas menuju Mc. Donald)


“aku memang menginginkan kehidupan yang mapan dan berkecukupan. Karena itu aku harus bekerja keras, sangat keras”
Hampir di seluruh dunia gerai makanan cepat saji Mc Donald dapat kita jumpai. Nah inilah hasil kerja keras dari Raymond Kroc, yang pada usia 14 tahun harus berhenti sekolah dan menjual gelas kertas. Sebagaiman yang telah diucapkan  diatas tentang kerja keras, Kroc hanya mempunyai waktu istirahat 4-5 jam dalam sehari. Dari pukul 07.00-15.00 sore, Kroc menjadi salesman gelas kertas. Pada pukul 15.00-02.00 Kroc menjadi pemain piano disebuah orkestra. Ya, begitulah kerja keras Kroc untuk mewujudkan keinginannya. Tentunya hal-hal seperti ini hanya mampu dilakukan oleh orang-orang yang hidupnya serba kekurangan dalam materi, serta sadar atas keuangannya tersebut.
Lantas bagaimana perjalanan kisah Kroc hingga kebesaran Mc Donald ada di tangannya.
Kroc adalah orang yang tidak pernah puas dengan satu bidang usaha. Ketertarikan untuk mencari kekayaan di El Dorado, Miami, adalah salah satu bukti bahwa Kroc adalah pekerja keras. Di El Dorado Kroc menjadi salesman real estate untuk WP Morgan dan Son. Tetapi, hal itu tidak berlangsung lama. Bisnis real estate yang dijalaninya pudar, bahkan tidak menguntungkan.
Akhirnya, Kroc kembali lagi ke Chicago, menjadi salesman kertas, hampir selama sepuluh tahun lebih ia menggeluti bisnis gelas kertas. Hingga di usianya yang ke-35 tahun, Kroc memperoleh bonus mobil karena kelihaiannya dalam berpromosi. Namun, tidak lama perusahaan gelas kertas mengalami kebangkrutan. Tentunya hal itu berimbas pada nasib karyawan, termasuk Kroc sendiri. Salah satunya adalah pemotongan gaji karyawan.
Karena Kroc memberikan keuntungan yang besar bagi perusahaan itu, Kroc melakukan protes keras. Namun, pemilik perusahaan itu tidak mau menanggapi semua itu. Untuk mengatasi itu semua, Kroc memilih untuk mengundurkan diri.
Taka lama setelah keluarnya Kroc, pemimpin perusahaan menarik kembali Kroc untuk kembali bekerja dengan gaji tetap. Sang pemilik perusahaan sadar bahwa Kroc memberi banyak keuntungan bagi perusahaannya. Jika, Kroc pergi dari perusahaan itu, maka akan mengalami kerugian yang lebih besar.
Sementara pertemuannya dengan Mc Donald bersaudara berawal ketika ia pergi dari rumahnya di dekat Chicago ke California selatan untuk menemui dua klien terbesarnya dalam pembelian Prince Castlee Multimixe (alat pengocok susu). Kliennya itu bercerita bahwa di San Bernandino ada restoran yang menggunakan mesin untuk mencampur empat puluh gelas susu secara bersamaan.
Tanpa menunda waktu, Kroc langsung meluncur di San Bernandino untuk melihat restoran tersebut. Sesampainya di restoran itu, Kroc melihat antrian pembeli yang berkelak-kelok di luar restoran.
Melalui dinding bangunan yang seluruhnya terbuat dari kaca, Kroc melihat karyawan yang bertopi kertas dan berseragam putih sedang sibuk di restoran. Para pelayan ini menyajikan burger dalam piring, kentang goreng dan susu kocok kepada keluarga-keluarga kelas pekerja yang berdatangan dengan mobil.
Melihat ini semua naluri bisnis Kroc bermain, Kroc yakin bahwa operasi kakak beradik Mc Donald akan merajai dunia jikalau usahanya diperluas.
Untuk itu, pada hari berikutnya Kroc kembali mendatangi restoran itu, dan mengajukan usul kepada Mc Donald bersaudara untuk memeperluas usahanya. Tetapi kakak beradik ini telah menjual waralabanya di Phoenix dan Sacramento dengan harga murah dan tidak mendapat untung besar.
Tetapi, Kroc yang berpengalaman selama 30 tahun sebagai penjual veteran, Kroc akhirnya mampu meyakinkan Mc Donald bersaudara untuk menjual waralabanya dengan harga rendah, yaitu 950 dolar. Sebagai imbalan Mc Donald bersaudara akan mendapatkan 1,4% dari seluruh penjualan dan akan mengembalikan 0,5%.
Akhirnya Mc Donald bersaudara mau menyepakatinya, Kroc mulai memenuhi mimpinya tentang restoran Mc Donald yang meledak dari pantai ke pantai.
Kroc mulai berpikir, restoran itu sukses, tapi bukan ia pemiliknya. Karena itu Kroc mengontak Mc Donald bersaudara, untuk membeli kontraknya. Mc Donald menyebut angaka 2.700.000 dolar. Kroc sangat terkejut, ia tak mungkin mengumpulkan uang sebanyak itu. Tetapi melihat prospek ke depan, Kroc harus berani membayar sesuai yang disebutkan Mc Donald bersaudara.
Kroc memperkirakan utangnya baru akan lunas pada 1991. Tetapi pada 1972, semua utangnya telah lunas, dan Mc Donald resmi menjadi milik Kroc.
Kroc menjadi makin menggila dalam menjalankan bisnis Mc Donald. Hingga pada tahun 1977 terdapat 4177 restoran Mc Donald di seluruh Amerika dan 21 di luar negeri. Saat itu total penjualan mencapai  miliar dolar.
Kroc memulai dengan strategi harga rendah yang sama, menu terbatas serta pelayanan yang cepat seperti di Bernandino. Hal ini merupakan tonggak awal kebesaran Mc Donald corp. Hingga sampai pada tahun 2004, Mc Donald memiliki 30.000 rumah makan di seluruh dunia dengan jumlah pengunjung rata-rata 50.000.000 orang, dengan pengunjung per hari rumah makan 1.700 orang.
Setiap restoran Mc Donald dijalankan oleh franchisee, afiliasi atau perusahaan itu sendiri. Pendapatan perusahaan berasal dari sewa, royalti, dan biaya yang dibayar oleh franchisee, serta penjualan di perusahaan restoran yang diperasikan. Pendapatan Mc Donald tumbuh 27% selam tiga tahun, yang berakhir pada 2007 menjadi US$ 22,8 miliar dan 9% pertumbuhan pendapatan operasional sebesar US$ ,9 miliar.
Ray Kroc hanya sekolah sampai usianya 14 tahun karena alasan ekonomi, akhirnya berhassil menjadi jutawan dolar.

0 comments:

Post a Comment