Bob Sadino yang
akrab disapa om Bob adalah orang yang tidak asingbagi kita. Keunikan dan
kesederhanaan penampilannya sebagai sosok entrepreneur sukses merupakan salah
satu ciri sukses yang membuat masyarakat Indonesia makin tertarik untuk
menelanjangi siapa Om Bob, ia juga pernah menjadi sopir dan kuli bangunan.
Celana jin
pendek dengan kemeja lengan pendek yang ujungnya tidak dijahit bisa dikatakan
sebagai baju dinas pria bungsu dari lima bersaudara ini. Jika kita mau
mencermati lebih dalam, pakaian Om Bob merupakan sebuah symbol kebebasannya
sebagai manusia mandiri yang tidak ingin diikat oleh siapa saja, termasuk
hubungan antara atasan dan bawahan dalam dunia kerja yang mengikat.
Dan ternya,
pendiri dan pemilik tunggal Kem Chicks (supermarket) ini merealisasikan itu
semua. Ia tidak lagi diperintah dan dikekang oleh siapa saja. Ia benar-benar
menjadi manusia yang bebas dan tidak terikat oleh siapa saja. Wajar saja jika
gaya penampilannya mengikuti alurnya sendiri. Akan tetapi untuk mencapai itu
semua, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak pengorbanan yang sudah
ia berikan hingga ia menjadi pengusaha yang sukses di tanah air.
Pada mulanya,
kehidupan Om Bob terbilang mapan. Tetapi karena ia bertekad untuk tidakmenjadi
karyawan yang diperitah atasan, ia kembali ke Indonesia setelah Sembilan tahun
merantau ke Amsterdam, Belanda dan Hamburg, Jerman sejak 1958.
Untuk modal awal
hidup di tanah kelahirannya sendiri, dari Eropa ia membawa dua mobil Mercedes buatan
tahun 60-an. Satu mobil dijual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta
Selatan. Sementara mobil yang satunya digunakan sebagai taksi dan ia sendiri
yang menjadi sopirnya.
Tetapi sayang Om
Bob harus kehilangan sumber penghasilannya. Saat mobilnya disewa orang, mobil
itu hancur karena kecelakaan. Hati Om Bob remuk. Untuk menyambung hidupnya, ia
menjadi kuli bangunan dengan gaji harian Rp. 100,-. Padahal jika Om Bob mau,
Soelami Soejoed (istrinya) yang berpengalaman sebagai sekretaris di luar negeri
bisa menyelamatkan keadaan. Tetapi, Om Bob bersikeras “sayalah kepala kelurga
dan saya yang harus mencari nafkah”.
Hingga pada
suatu hari seorang teman mendatanginya dan memberi saran agar Om Bob memelihara
ayam untuk melawa depresinya. Ia pun tertarik untuk memelihara ayam. Ketika
berternak ayam itulah muncul ide berwirausaha. Om Bob memperhatikan kehidupan
ayam-ayamnya. Dari sinilah ia mendapat inspirasi tentang perjuangan hidup.
Sebagai peternak
ayam, setiap hari Om Bob dan istrinya menjual beberapa kilogram telur. Dalam
tempo satu setengah tahun mereka mampu menggaet banyak pelanggan.
Tidak jarang
pula Om Bob dimaki-maki oleh pelanggannya. Namun, dari makian itu ia banyak
belajar bagaimana menjadi pelayan yang
baik bagi konsumen. Dari sinilah ia terus memperbaiki diri, hingga pada
akhirnya ia menjadi pemilik tunggal Kem Chicks.
Bisnis pasar
swalayan Om Bob memang berkembang pesat, merambah ke agrobisnis, khususnya
holtikultura, mengelola kebun sayur mayur untuk konsumsi orang asing di
Indonesia. Karena itu ia juga menjalin hubungan yang baik dengan beberapa
petani di beberapa daerah.
Om Bob amata
yakin bahwa jalan menuju sukses tidak semulus apa yang dia inginkan. Ia mesti
melewati kegagalan demi kegagalan. Dalam dunia wirausaha, Om Bob sering jatuh bangun.
Karena itu, bagi Om Bob uang bukanlah segalanya. Yang penting disini adalah
komitmen, keberanian, dan kemauan. Selain itu janganlah terlalu banyak membuat
rencana sehingga ia tidak segera melangkah “yang penting tindakan” tegas Om Bob.


0 comments:
Post a Comment