Thursday, 2 January 2014

Bob sadino (Berangkat Dari Ayam Ternak)

Bob Sadino yang akrab disapa om Bob adalah orang yang tidak asingbagi kita. Keunikan dan kesederhanaan penampilannya sebagai sosok entrepreneur sukses merupakan salah satu ciri sukses yang membuat masyarakat Indonesia makin tertarik untuk menelanjangi siapa Om Bob, ia juga pernah menjadi sopir dan kuli bangunan.
Celana jin pendek dengan kemeja lengan pendek yang ujungnya tidak dijahit bisa dikatakan sebagai baju dinas pria bungsu dari lima bersaudara ini. Jika kita mau mencermati lebih dalam, pakaian Om Bob merupakan sebuah symbol kebebasannya sebagai manusia mandiri yang tidak ingin diikat oleh siapa saja, termasuk hubungan antara atasan dan bawahan dalam dunia kerja yang mengikat.
Dan ternya, pendiri dan pemilik tunggal Kem Chicks (supermarket) ini merealisasikan itu semua. Ia tidak lagi diperintah dan dikekang oleh siapa saja. Ia benar-benar menjadi manusia yang bebas dan tidak terikat oleh siapa saja. Wajar saja jika gaya penampilannya mengikuti alurnya sendiri. Akan tetapi untuk mencapai itu semua, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak pengorbanan yang sudah ia berikan hingga ia menjadi pengusaha yang sukses di tanah air.
Pada mulanya, kehidupan Om Bob terbilang mapan. Tetapi karena ia bertekad untuk tidakmenjadi karyawan yang diperitah atasan, ia kembali ke Indonesia setelah Sembilan tahun merantau ke Amsterdam, Belanda dan Hamburg, Jerman sejak 1958.
Untuk modal awal hidup di tanah kelahirannya sendiri, dari Eropa ia membawa dua mobil Mercedes buatan tahun 60-an. Satu mobil dijual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan. Sementara mobil yang satunya digunakan sebagai taksi dan ia sendiri yang menjadi sopirnya.
Tetapi sayang Om Bob harus kehilangan sumber penghasilannya. Saat mobilnya disewa orang, mobil itu hancur karena kecelakaan. Hati Om Bob remuk. Untuk menyambung hidupnya, ia menjadi kuli bangunan dengan gaji harian Rp. 100,-. Padahal jika Om Bob mau, Soelami Soejoed (istrinya) yang berpengalaman sebagai sekretaris di luar negeri bisa menyelamatkan keadaan. Tetapi, Om Bob bersikeras “sayalah kepala kelurga dan saya yang harus mencari nafkah”.
Hingga pada suatu hari seorang teman mendatanginya dan memberi saran agar Om Bob memelihara ayam untuk melawa depresinya. Ia pun tertarik untuk memelihara ayam. Ketika berternak ayam itulah muncul ide berwirausaha. Om Bob memperhatikan kehidupan ayam-ayamnya. Dari sinilah ia mendapat inspirasi tentang perjuangan hidup.
Sebagai peternak ayam, setiap hari Om Bob dan istrinya menjual beberapa kilogram telur. Dalam tempo satu setengah tahun mereka mampu menggaet banyak pelanggan.
Tidak jarang pula Om Bob dimaki-maki oleh pelanggannya. Namun, dari makian itu ia banyak belajar  bagaimana menjadi pelayan yang baik bagi konsumen. Dari sinilah ia terus memperbaiki diri, hingga pada akhirnya ia menjadi pemilik tunggal Kem Chicks.
Bisnis pasar swalayan Om Bob memang berkembang pesat, merambah ke agrobisnis, khususnya holtikultura, mengelola kebun sayur mayur untuk konsumsi orang asing di Indonesia. Karena itu ia juga menjalin hubungan yang baik dengan beberapa petani di beberapa daerah.

Om Bob amata yakin bahwa jalan menuju sukses tidak semulus apa yang dia inginkan. Ia mesti melewati kegagalan demi kegagalan. Dalam dunia wirausaha, Om Bob sering jatuh bangun. Karena itu, bagi Om Bob uang bukanlah segalanya. Yang penting disini adalah komitmen, keberanian, dan kemauan. Selain itu janganlah terlalu banyak membuat rencana sehingga ia tidak segera melangkah “yang penting tindakan”  tegas Om Bob.

0 comments:

Post a Comment